Menit Akhir Kongres GMNI, Fariz Calon Ketua Presidium Menguat

3180
Bendera GMNI. Foto : Istimewa

Sebatin.com, Manado – Kongres Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ke XX sudah memasuki babak akhir. Pertarungan untuk memperebutkan kursi GMNI 1 mulai mengerucut. Awalnya, beberapa nama muncul ke permukaan dari beberapa cabang. Diantaranya, Surabaya Fariz Rifqi Ihsan, Malang Raya Robaytullah Kusuma Jaya, dan Garut Hary Enges muncul ke permukaan.

Dari beberapa nama itu, calon dari cabang Surabaya, Fariz Rifqi Ihsan menguat. Hal itu diakui oleh Ketua Cabang GMNI Surabaya, Rizal saat ditemui dengan beberapa Koordinator Daerah (Korda) dan juga cabang-cabang se-Indonesia, Minggu (19/11). Menurut Rizal, DPC GMNI Surabaya merasa terhormat dengan dukungan para pemangku suara kongres.

“Dengan semua dukungan yang ada, kami (DPC Surabaya) siap merekomendasikan Bung Fariz menjadi Ketua Presidium,” tegas Rizal.

DPC GMNI Surabaya juga menyampaikan bahwa dalam periode ke depan ini kita akan masuk dalam tahun-tahun demokrasi, dimana persatuan Indonesia-pun bakal diuji. Sebagai organisasi kader, pengurus beserta seluruh slag orde GMNI harus siap menghadapi tantangan jaman. Untuk itu, jelas Rizal, gerakan pemikiran yang ditopang oleh soliditas kita sebagai kader nasionalis menjadi prasyarat utama dalam perjuangan kita dalam memperjuangkan seluruh kaum Marhaen Indonesia .

Sebagai kader, tutur Rizal, Fariz adalah sosok yang lengkap dan tertib dalam berorganisasi. Setelah menempa diri di tingkat komisariat, Fariz melanjutkan pengabdiannya menjadi sekretaris DPC GMNI Surabaya periode 2012-2014 serta Komite Politik dan Keamanan presidium GMNI 2015-2017.

“Di intra kampus, bung Fariz adalah mahasiswa yang cerdas sekaligus memiliki daya kreatifitas yang tinggi sebagaiman ciri generasi yang hidup di jaman milenial. Hal itu terbukti dengan dipercayanya bung Fariz menjadi Ketua Lembaga Minat Bakat Institut Sepuluh November”, tambah Rizal.

Pernyataan senada juga dilontarkan oleh kader Surabaya yang juga menjadi Ketua Korda GMNI Provinsi Jawa Timur. Menurut M.Ageng Dendy Setiawan, sebagai kawan sekaligus kader Surabaya ia menilai bahwa figur bung Fariz adalah sosok yang tepat untuk memimpin GMNI pada periode mendatang dan telah berkuliah di S2 Universitas Indonesia.

“Pada level pimpinan nasional, GMNI tidak boleh kalah dengan organisasi ekstra mahasiswa yang lain. Jika organisasi yang lain dipimpin oleh mahasiswa S1, saya berharap untuk Ketua GMNI kali ini dipimpin oleh seorang bergelar Master,” ungkap Dendy.

Bagi saya, lanjut Dendy, syarat atau usulan ini adalah bagian dari ihtiar kita untuk mengembalikan gerakan mahasiswa sebagai gerakan pemikiran yang berbasis moral dan dijiwai oleh Pancasila yang lahir pada 1 Juni 1945 sebagaimana yang dipidatokan oleh Bung Karno saat sidang BPUPKI.

“Tapi meskipun demikan kita tetap harus anak muda, entar kalau terlalu tuwir jiwa radikalnya udah aus,” seloroh Ketua Korda yang memiliki program penguatan Koperasi di internal GMNI ini.

Yang jelas, kata Dendy, selain program dan keputusan penting yang akan ditetapkan dalam kongres ini, harus tepat juga memilih kader yang akan menjalankan seluruh ketetapan kongres ini.

Berbeda dengan Made Brian Pasek Mahararta Ibenk, Ketua Cabang GMNI Banyuwangi menjelaskan, beberapa nama yang mulai beredar ke kader Banyuangi, Fariz adalah sosok paling berbobot untuk mempin kepengurusan tertinggi GMNI periode 2017-2019.

“Sebagai lulusan ITS dan menyandang gelar Master dari Universitas Indonesia, bung Fariz akan mampu meramu teori dan pengalaman praktek dilapangan serta tantangan ke depan menjadi sebuah konsep gerakan yang akan dilaksanakan oleh GMNI se-Indonesia,” ungkap Ibenk sapaan akrabnya.

Dan jangan lupa, Ibenk menegaskan, organisasi seperti GMNI ini membutuhkan pimpinan yang tidak gagap, sudah mengenal situasi lapangan, serta tidak boleh disibukkan oleh urusan-urusan pribadi maupun study.

“Intinya, dalam masa 2 tahun pengabdiannya nanti, siapapun yang ingin maju harus berani membikin kontrak politik semacam itu. GMNI tidak boleh terbebani oleh kadernya sendiri,” tutup Ibenk.

Sementara itu, secara terpisah Fariz mengkomfirmasi, dirinya mengaku siap jika memang dipercaya oleh kader GMNI secara keseluruhan. Ia mengatakan, dirinya akan melaksanakan program yang menjadi amanat Kongres ke XX di Minahasa. Lebih dari itu, Fariz mengajak seluruh kader, terutama para pendukungnya untuk tidak menggunakan cara-cara pembunuhan karakter pada personal.

“Kita tidak usah membalas pembunuhan karakter yang menujukan kepada pribadi saya. Fokus pada barisan dan jangan ada kata menyerah,” kata Fariz.

(Red)

Editor : Addarori

Tinggalkan Komentar Anda