Merawat Sastra di Kota Pendidikan, Komunitas Ruang Pojok, Gelar Diskusi Intensif

48
Merawat Sastra di Kota Pendidikan, Komunitas Ruang Pojok, Gelar Diskusi Intensif 01
Poster Diskusi Intensif Sastra 'Sufi dan Puisi'

Sebatin.com, Kota Metro – Puisi  merupakan  sebuah petualangan dari rangkaian unik kata-kata yang kebanyakan mengabaikan ujung jalan nya. Sama unik nya seperti ruang sufi, yang dalam proses nya juga tak ujung dengan kepuasan. Kedua nya sama-sama menghanyutkan ke dalam muara kerohanian.

Mencoba bersimpuh merawat sastra, sekaligus menghilangkan dahaga akan kehausan jiwa dalam ke rohanian, Komunitas Ruang Pojok, yang merupakan sebuah lembaga kursus dan pelatihan seni budaya, dan keterampilan, yang berlokasi di Jalan Penyu, 21 Yosodadi, Metro Timur, menggelar kegiatan Diskusi Intensif Sastra yang bertemakan ‘Sufi dan Puisi’ pada hari Sabtu (27/7/19 ) pukul 19.30 WIB, kemarin.

Merawat Sastra di Kota Pendidikan, Komunitas Ruang Pojok, Gelar Diskusi Intensif 02
Suasana Diskusi Intensif Sastra, di Sekretariat Ruang Pojok, di Jalan Penyu, 21 Yosodadi, Metro Timur, Sabtu (27/7/19) malam. Foto : Hakim

Pemikiran seperti ini, dalam kajian tasawuf (ilmu penyucian jiwa) atau sufisme, termasuk katagori tasawuf falsafi, yaitu sebuah konsep ajaran tasawuf yang mengenal Tuhan (ma’rifat) dengan pendekatan rasio (filsafat) hingga menuju ketingkat yang lebih tinggi, bukan hanya mengenal Tuhan saja (ma’rifatullah) melainkan yang lebih tinggi dari itu yaitu wihdatul wujud (kesatuan wujud).

Sama hal dengan karya sastra , yang disebut puisi. Dalam karya Puisi dapat kita jumpai Permainan tangkap-lari antara denotasi yang bergeser ke konotasi, antara literal yang beringsut ke simbolis, antara imanen yang sekaligus merangkul transenden, dan lain-lain. Sebab itu pergumulan dan perjalanan memahami puisi menjadi menarik.

Dibuka oleh Ari Pahala, salah seorang penyair ternama asal Lampung, yang menyampaikan kebanggaannya, atas masih adanya penggiat-pengiat sastra yang aktif melaksanakan kegiatan diskusi sastra. “Terutama era modern ini, sangat langka yang menekuni sastra. Soalnya sastra berusaha menghindari orientasi politik dan keuangan, sehingga minim peminat. Namun melihat sejarah penyair merupakan status mulia, karena dulu, penyair, selain pandai menyusun kata, juga bertugas menyampaikan berita langit ke bumi”, ujarnya.

 

Merawat Sastra di Kota Pendidikan, Komunitas Ruang Pojok, Gelar Diskusi Intensif 03
Antusias peserta Diskusi Sastra, di Sekretariat Ruang Pojok. Foto : Hakim

Sementara itu, Solihin Ucok, yang merupakan salah satu pentolan Komunitas Ruang Pojok, mengatakan, bahwa agenda diskusi intensif ini, adalah sebagai bentuk keseriusan Ruang Pojok dalam menggarap sastra. Menurutnya, diskusi ini sebagai bentuk pemantapan adanya rutinitas kelas puisi yang di lakukan sebelumnya. “Adapun tema ‘Sufi’ pada diskusi ini, adalah sebagai varian dalam berpuisi. Harapannya, dengan ada nya intensif kelas puisi ini, dapat mereda tulisan dan kiriman-kiriman di media yang bersifat hoax”, pungkasnya. (Hakim)

Tinggalkan Komentar Anda