Milenial Tanpa Skill Bersiaplah Tergusur

26
Milenial Tanpa Skill Bersiaplah Tergusur
Direktorat Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah, Urip Budiarto. Foto :AR

Sebatin.com, Yogyakarta – Menilik potensi karir milenial ke depan maka akan bersinggungan dengan banyaknya hal-hal kreatif yang mencuat ke permukaan. Sayang, pada 2020 nanti, 40 persen pekerjaan dimungkinkan akan hilang karena  adanya transformasi di dunia kerja. Meskipun Indonesia Data Center (IDC) memperkirakan 40 persen inisiatif transformasi digital di Asia Pasifik akan didukung oleh kemampuan Artificial Intelligence (AI) pada tahun 2020.

Dihadapan 176 penerima manfaat Beastudi Etos dan Umum, Urip Budiarto, Direktorat Keuangan Inklusif, Dana Sosial Keagamaan, dan Keuangan Mikro Syariah. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), memastikan angka tersebut akan semakin besar jika milenial tak menyegerakan diri untuk memiliki dan belajar mendapatkan skill terbaik.

“Di masa depan, keahlian akan lebih dilirik dan menjadi penting di dunia karir. Perlu pemahaman akan hal ini. Apa kalian sudah mempersiapkan diri untuk bersaing ?” , ujar Urip di Auditorium MM UGM, Sabtu (03/8/19) kemarin.

Urip juga menjelaskan, jika sebentar lagi dunia akan memasuki revolusi ke empat, di mana dunia akan mengandalkan artificial intelligence dibandingkan manusia. “Yang perlu kita pahami ialah basis pendukung untuk menciptakan masyarakat lebih baik agar tak kalah dengan artificial intelligence”, ujarnya.

“Pertama, tanamkan mindset paradigma masyarakat 4.0. Kedua, prinsip mengutamakan kebaikan untuk semua orang, dan ke tiga ciptakan masyarakat yang memiliki pikiran untuk membangun ekonomi 4.0.”, papar Urip.

Ditekankan oleh Urip, bahwa tantangan hari ini, Indonesia memiliki ketimpangan yang sangat besar pengaruhnya pada milenial. Menurutnya, perlu adanya kehati-hatian dalam memiliki kebiasaan. “Kebiasaan jelek walau kecil bila dilakukan berulang-ulang akan berpengaruh pada sosok kita di masa depan”, pungkasnya. (AR)

Tinggalkan Komentar Anda