Minat Membaca Buku Terkikis Forum Metro Bergeliat Berulah di Taman Merdeka Kota Metro

708
Minat Membaca Buku Terkikis Forum Metro Bergeliat Berulah di Taman Merdeka Kota Metro 01
Forum Metro Bergeliat saat menyampaikan kegelisahannya terhadap turunnya Minat Baca Buku di Kota Metro, di Taman Merdeka Kota Metro, Minggu (16/07/2017). Foto : Rls

Sebatin.com, Kota Metro – Ikut merasakan adanya kegelisahan tentang semakin tergerusnya minat dan budaya membaca di kalangan masyarakat, terkhusus di Kota Metro yang juga menyandang visi sebagai Kota Pendidikan. Maka sekumpulan pemuda yang saat ini tengah intens menyampaikan beragam kegelisahan para penggiat komunitas di Bumi Sai Wawai, melakukan sebuah aksi teatrikal di seputaran Taman Merdeka Kota Metro, Minggu (16/07/2017) lalu.

Bagaikan aktor pantomime, dengan riasan wajah yang pucat pasih tanpa ekspresi, sekumpulan pemuda yang tergabung dalam Forum Metro Bergeliat tersebut hanya duduk terdiam membisu sambil memperagakan aktivitas membaca buku tanpa melakukan gerakan tambahan apapun.

Penggiat komunitas seni dari Sanggar Satu Kata (Sangsaka), Iqbal mengatakan, kegiatan ini dilakukan guna penggambaran sebuah kegelisaan yang dirasakan oleh teman-teman dari Forum Metro Bergeliat terhadap penyikapan dan pemanfaatan buku. Yaitu kurangnya minat generasi muda dan para pelajar di Kota Metro dalam menerapkan budaya membaca buku sebagai jendela dunia.

”Ya, begitu cara kita menyampaikan kegelisan kami terhadap buku. Walau caranya memang sedikit aneh dengan mengusung tema pantomime. Tapi harapan kami cara tersebut juga menjadi daya tarik tersendri untuk para pengunjung Taman Merdeka untuk lebih fokus memperhatikan apa yang sebenarnya kami sampaikan,” ujar Iqbal saat dikonfirmasi melalui telpon selular, Rabu (19/07/2017).

Minat Membaca Buku Terkikis Forum Metro Bergeliat Berulah di Taman Merdeka Kota Metro
Forum Metro Bergeliat usai pentas tetrikalnya tentang kegelisahan terhadap minat baca buku di Kota Metro, di halaman Masjid Taqwa Kota Metro, Minggu (16/07/2017). Foto : Rls

Lanjut Iqbal, aksi tersebut juga dilaksanakan untuk menunjukan eksistensi sekelompok seniman muda di Kota Metro, bahwasanya penggiat seni ada dan selalu mewarnai Bumi Sai Wawai.

”Kami bakal terus melanjutkan kegiatan kami secara positif dan berusaha membaur dengan masyarakat, dan semoga saja seni kami yang fleksibel ini bisa diterima”, tukasnya.

Forum Metro Bergeliat sendiri berisikan berbagai komunitas seni di Bumi Sai Wawai. Seperti Sanggar Satu Kata (Sangsaka), Komunitas Cah Kauman (Cakau),Tanda Gerimis, Masyarakat Hujan, Bomcyclers, Cokcoknal Djelantah, Kekasih Cahaya, Katok Cendah Crew, dan Studio Sambal Numani.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pustakarda) Kota Metro, Syachri Ramadan saat ditemui sebatin.com di ruang kerjanya, membenarkan, berdasarkan data pengunjung perpustakaan minat baca di Kota Metro tergolong statis.

”Setiap hari itu sekitar 100-200 pengunjung yang datang ke perpustaan. Dan di dominasi oleh kalangan mahasiswa, siswa SMA, SMP, SD, sampai TK. Dosen juga ada. Namun jika dibandingkan data jumlah pengunjung tahun sebelumnya, tidak ada perubahan di angka pengunjung itu. Artinya stagnan”, terangnya.

(S01)

Tinggalkan Komentar Anda