Monitoring UNBK, Djohan Minta Siswa Tidak Termakan Isu Soal Ujian Bocor

337
Monitoring UNBK, Djohan Minta Siswa Tidak Termakan Isu Soal Ujian Bocor
Wakil Wali Kota Metro Djohan saat memantau para siswa SMPN 1 Metro dalam mengikuti simulasi UNBK di ruang A. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Wakil Wali Kota Metro Djohan melakukan monitoring Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Metro, Senin (03/04/2017).

Djohan mengatakan, Kota Metro dipastikan siap untuk melaksanakan UNBK. Hanya saja, memang beberapa sekolah masih belum memiliki komputer yang memadai.

“Metro harus siap. Untuk apa Metro sebagai Kota Pendidikan kalau tidak siap. Se-Provinsi Lampung hanya Kota Metro SMP yang melaksanakan UNBK. Untuk sekolah yang belum memiliki komputer kita tempatkan ke sekolah yang ada. Kalau lihat persiapan dari sini Insya Allah mudahan-mudahan kita siap, mereka juga siap,” katanya.

Dikatakannya, ke depan Pemkot Metro akan melakukan penambahan komputer untuk menunjang UNBK di sekolah yang masih belum memiliki komputer. Untuk itu, dirinya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendata ulang sekolah yang masih belum memiliki komputer.

“Saya programkan ke depan fasilitas sekolah itu pengadaan komputer. Karena itu yang utama. Ketika nanti kita adakan itu, nanti kita data ulang lagi. Jangan nanti yang sudah ada bilang tidak ada,” katanya.

Monitoring UNBK, Djohan Minta Siswa Tidak Termakan Isu Soal Ujian Bocor 2
Wakil Wali Kota Metro Djohan saat melihat simulasi UNBK di ruang A SMPN 1 Metro. Foto: Hendra – Sebatin.com

Selain itu, Djohan juga meminta pihak sekolah dan dinas untuk menghitung waktu UNBK juga memperhitungkan loading dalam membuka soal yang memang agak lama. Ini, agar siswa tidak selesai mengerjakan soal lantaran waktu habis. Selain itu, dirinya juga meminta agar Dinas Pendidikan dan sekolah untuk memberikan arahan agar siswa mengerjakan soal dengan serius.

“Tolong nanti dari dinas dan sekolah diarahkan berapa jam waktunya itu, tetapi jangan sampai waktu untuk membukanya yang agak lama tidak diperhitungkan. Saya harapkan juga dari dinas maupun sekolah, siswa yang mau ujian itu dikumpulkan dan diarahkan supaya mereka mengukur waktu. Jadi jangan sampai waktu habis tapi mereka belum selesai. Bukan tidak bisa tapi waktunya habis. Jadi perlu diperhitungkan dan diperkirakan,” paparnya.

Djohan juga meminta para siswa untuk tidak terjebak adanya isu soal bocor. Pasalnya, kunci jawaban yang beredar belum tentu sama dengan soalnya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Dewi Alina menjelaskan, dari 10 SMP, hanya SMPN 1 dan SMPN 10 yang melakukan UNBK di sekolahnya sendiri. Sedangkan sekolah lainnya masih menumpang di sekolah lain.

“Semua SD dan SMP, baik Negeri dan swasta melaksanakan UNBK. SMP 1 dan SMP 10 ujian sendiri yang lain nginduk karena perangkat komputer belum memadai. Ke depan akan kita tambah,” jelasnya.

Sementara, Kepala SMPN 1 Metro Sunanto menuturkan, siswa di sekolahnya yang mengikuti UNBK berjumlah 291 siswa. Ujiannya sendiri dibagi menjadi tiga sesi.

“251 siswa dibagi 3 ruang dan tiga sesi. Kalau komputer kita punya 94. Kelas A 36 siswa, kelas B 30 dan C 16,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda