Ngopi di Lampung, Pemprov Dorong Kabupaten/Kota Kembali Canangkan Program GELAM

133
Ngopi-di-Lampung-01
Ngobrol Pintar’ (Ngopi) di Lampung, yang di laksanakan di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Rabu (1/11/2017). Foto : Humas Pemprov Lampung

Sebatin.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong seluruh pemerintah kabupaten/kota dan masyarakat di Provinsi Lampung untuk kembali mencanangkan Program Gerakan Lampung Menghijau (GELAM). Hal tersebut di ucapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono saat menjadi Keynote Speaker (pembicara utama) dalam kegiatan ‘Ngobrol Pintar’ (Ngopi) di Lampung, yang di laksanakan di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Rabu (1/11/2017).

Menurutnya, dengan dilaksanakannya pencanangan Program GELAM tersebut, tentunya akan sangat memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan. Karena dengan program membangun hutan rakyat tersebut, selain dapat menyejahterakan masyarakat di Provinsi Lampung, tentunya juga akan memiliki peran dalam menghijaukan lingkunga dan dapat berfungsi untuk memberikan kehidupan melalui oksigen yang dikeluarkan, yang sangat di butuhkan oleh manusia dalam hidupnya.

“Tercatat baru 2,3 juta pohon yang berhasil ditanam pada pelaksanaan Program GELAM tahun 2010 kemarin. Kedepannya dalam kurun waktu lima tahun, setiap orang di Lampung harus menanam 25% atau lima sampai enam pohon, yang berarti sekitar ada 45 juta pohon yang ditanam”, ujar Sutono.

Ngopi-di-Lampung-02
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung saat menjadi Keynote Speaker (pembicara utama) dalam kegiatan ‘Ngobrol Pintar’ (Ngopi) di Lampung, yang di laksanakan di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Rabu (1/11/2017). Foto : Humas Pemprov Lampung

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung tersebut juga meminta kepada seluruh jajaran terkait, yang menangani permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan, untuk dapat terus mensosialisasikan hal tersebut kepada seluruh masyarakat di Provinsi Lampung. Terkait masalah lingkungan hidup dan kehutanan menjadi bagian penting dalam pembangunan kawasan daerah.

“Pak Gubernur Ridho Ficardo akan sangat bangga, manakala acara ini dapat menghasilkan percepatan untuk menghijaukan Lampung. Program ini perlu diteruskan untuk memberikan kepercayaan masyarakat bahwa menanam pohon itu penting. Kita mendorong memberikan ruang yang cukup dan diusulkan mana daerah yang bisa diperioritaskan . Saya meminta jajaran kehutanan untuk melihat desa mana yang mampu mempersiapkan diri menjadi desa yang siap untuk hutan rakyat. Ngobrol Pintar ini penting tetapi tindakan nyata lebih penting”, ujar Sutono.

Selain itu, Sutono juga menjelaskan, bahwa Provinsi Lampung juga memiliki beragam potensi dalam hal sumberdaya alam dan hutan yang cukup lengkap, seperti hutan konservasi berupa Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Cagar Alam Laut Krakatau, dan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Dan juga terdapat hutan lindung, hutan produksi, dan hutan mangrove yang ada di wilayah Pesisir Barat dan Timur Provinsi Lampung.

“Atas keanekaragam hayati dan biodiversitas, sejak 2004 UNESCO menetapkan TNBBS menjadi Hutan Warisan Dunia (Tropical Rainforest Heritage Site of Sumatera) dan juga TNWK yang mewakili Hutan Hujan Tropik Dataran Rendah serta masuk ASEAN Heritage Park ke-36”, terang Sutono.

Kemudian, Kepala Bagian Hubungan Antarlembaga pada Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Fajar Wirasmoyo, juga mengatakan, bahwa acara ‘Ngobrol Pintar’ terlaksana sebagai bentuk pembahasan berbagai isu strategis tentang lingkungan hidup dan kehutanan antara Kementerian LHK dengan pihak terkait baik di pusat maupun di daerah.

“Nantinya hasil ini dapat menjadi masukan bagi kebijakan Kementerian LHK dan diharapkan menjadi media membangun komunikasi dan kepercayaan publik serta meningkatkan kerjasama antara para pihak terkait pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan”, tutup Fajar.

(rls/red)
Editor : Embun

Tinggalkan Komentar Anda