Obat Kadaluarsa Berserakan Di RSUD Ahmad Yani Kota Metro

1666
Foto-Tumpukan-Sampah-di-RSUD-Ahmad-Yani-Kota-Metro-1
Tumpukan sampah serta ceceran obat kadaluarsa di depan kamar jenazah RSUD Ahmad Yani Kota Metro, Kamis (28/07/2016). Foto - Ade Embun - Sebatin.com

Sebatin.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro ditunjuk oleh Tim Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) Provinsi Lampung untuk mewakili seluruh rumah sakit pemerintah di Lampung untuk pertama kalinya dalam Lomba Penilaian Proper yang dilaksanakan mulai bulan Juni 2015 hingga Juli 2016.

”Kita ditunjuk karena pengelolaan limbah kita bagus, dan hasil penilaian sementara cukup memuaskan, namun untuk hasil raport baru akan keluar tanggal 9 Agustus 2016 besok,” ujar Dwi Andari, Kepala Instalasi Sanitasi RSUD Ahmad Yani, Sabtu (30/07/2016).

Ceceran obat kadaluarsa bercampur dengan sampah kertas di depan kamar jenazah RSUD Ahmad Yani Kota Metro, Kamis (28/07/2016). Foto : Ade Embun - Sebatin.com
Ceceran obat kadaluarsa bercampur dengan sampah kertas di depan kamar jenazah RSUD Ahmad Yani Kota Metro, Kamis (28/07/2016). Foto: Ade Embun – Sebatin.com

Namun sepertinya hasil penilaian itu akan sedikit terganjal, pasalnya beberapa waktu lalu ditemukan tumpukan sampah medis berupa obat-obatan kadaluarsa, beberapa alat suntik dan beberapa botol infus bekas yang tercecer bersama sampah-sampah kertas berupa arsip kantor di depan kamar jenazah RSUD Ahmad Yani Kota Metro.

Padahal dalam penilaian lomba proper tersebut selain mengenai perizinan rumah sakit, titik pencemaran air limbah dan pencemaran udara, juga menilai tentang cara pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) baik yang berupa limbah cair maupun padat yang di hasilkan dari aktifitas rumah sakit tersebut. (Ade embun)

Tinggalkan Komentar Anda