Odong-Odong Bermesin Dilarang Beroperasi di Taman Merdeka Kota Metro, Apa Alasannya?

1032
Odong-Odong Bermesin Dilarang Beroperasi di Taman Merdeka Kota Metro, Apa Alasannya?
Salah satu odong-odong yang beroperasi di Taman Merdeka Kota Metro. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melarang odong-odong yang menggunakan mesin untuk beroperasi, hal ini dikatakan Asisten II Setda Kota Metro Khaidarmansyah usai Rapat Penataan Odong-odong di OR Setda Kota Metro, Senin (24/10/2016). Lantas, apa alasannya?

“Hal itu jelas bertentangan dengan Undang-Undang Lalu Lintas, karena dalam UU Lalin, semua kendaraan lalu lintas harus mempunyai kelengkapan administrasi, seperti STNK dan harus layak jalan,” terang Khaidarmansyah.

Kata dia, dalam rapat tersebut, paguyuban odong-odong meminta agar odong-odongnya bisa dipasang mesin.

”Tadi kita sama-sama dengar kalau paguyuban meminta agar becak mereka ditempel mesin. Ya jelas kita larang, karena bertentangan dengan UU Lalin. Karena mesin yang ditempel itu entah punya siapa, apa ada surat-suratnya, makanya kita larang,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, kendaraan yang membawa penumpang wajib dilakukan Pengujian kendaraan Bermotor (KIR). Sedangkan, Dinas Perhubungan enggan menguji KIR karena surat-surat kendaraan tersebut tidak ada.

”Makanya kita berikan saran dan masukan pada pimpinan untuk melarang odong-odong yang bermesin,” lanjutnya.

Untuk odong-odong yang digowes, tambahnya, diperbolehkan untuk tetap beroperasi di Taman Merdeka Kota Metro. Asal, kata dia, para pengusaha odong-odong tersebut berjalan di jalur lambat.

”Silahkan. Sepanjang tidak mengganggu lalu lintas dan harus berjalan di jalur lambat. Karena di jalur cepat tidak boleh, karena itu jalan Nasional,” tambahnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda