Oknum Ketua PWI Mesuji Main Proyek dan Dikerjakan Asal Jadi, Itu HOAX

27
Oknum-Ketua-PWI-Mesuji,-Main-Proyek-dan-Dikerjakan-Asal-Jadi,-Itu-HOAX
Dinas PUPR Mesuji saat melakukan peninjauan terhadap proyek pembangunan talud atau drainase di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Way Serdang, dengan nilai Rp 273 juta, yang di duga milik oknum Ketua PWI Mesuji dan pengerjaannya yang asal jadi.

Sebatin.com, Mesuji – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Mesuji, melalui Kasi Operasional dan Pemeliharaan Bidang Bina Marga, Nyoman Nobel Bestara, juga selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), akhirnya mengambil sikap guna menanggapi ramainya pemberitaan pada Media Cyber, terkait proyek pembangunan talud atau drainase di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Way Serdang, dengan nilai Rp 273 juta, yang di duga asal jadi.

Nyoman Nobel Bestara mengaku, dirinya didampingi tim, secara langsung turun kelapangan guna melakukan peninjauan terhadap pekerjaan proyek yang pelaksanaannya dikerjakan oleh CV Iman Jaya selaku pemenang lelang.

“Dan kami bukan hanya sekedar turun. Beberapa bagian kami bongkar guna mengecek dan menguji langsung kualitas pengerjaannya. Hasilnya, tidak ditemukan adanya timbunan tanah pada pasangan batu, seperti yang ramai diberitakan di beberapa Media Cyber. Yang ada ya hanya adukan pasir dan semen, sesuai dengan apa yang telah menjadi ketentuan”, jelas Nyoman Nobel Bestara.

“Dan, sebelum ke lokasi, kami juga sempat mengajak beberapa awak media yang memberitakan perihal tersebut, untuk turut serta menyaksikan secara langsung proses pembongkaran, tetapi mereka menolak dengan alasan cukup percaya saja kepada kami (Dinas PUPR, red)”, tambahnya.

Nyoman Nobel Bestara juga membeberkan, terkait tudingan kepemilikan proyek tersebut, yang di duga milik oknum Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mesuji, Alzoni. “Itu berita bohong, alias hoax, alias tidak benar”, tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR Mesuji, Wawan Suhendra, yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengaku, pihaknya tidak mengenal siapapun pemilik proyek tersebut. Sebab, pekerjaan tersebut sebelumnya melalui proses tender atau lelang yang dilakukan oleh Pokja Lelang. Dimana mekanismenya, Dinas PUPR mengumumkan Rencana Umum Pengadaan (RUP). Untuk selanjutnya menjadi kewenangan tim Pokja Lelang sepenuhnya untuk melakukan proses tender atau lelang secara jujur, dan terbuka untuk umum.

“Yang kita tau adalah pemenang tender proyek itu adalah perusahaannya apa, dan Direkturnya siapa, itu saja. Dalam kasus ini, pekerjaan yang diberitakan oleh beberapa media itu, pemenang tender atau kontraktor pelaksananya adalah CV Iman Jaya, dan Direkturnya atas nama Hairudin HS. Jadi, siapapun pemenang tender kami tidak bisa mengintervensi, karena sepenuhnya menjadi kewenangan Pokja Lelang yang sudah dibentuk”, tandas Wawan Suhendra saat dikonfirmasi wartawan via sambungan ponselnya, Kamis(20/9/18).

Dirinya juga menyatakan, bahwa pihaknya tidak pernah pandang bulu terhadap setiap pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasinya. “Kami selalu melakukan pengawasan dilapangan, terhadap setiap pekerjaan yang ada di Dinas PUPR Mesuji, tanpa harus menunggu adanya laporan atau temuan”, ujarnya.

“Dan bukan hanya pekerjaan tersebut yang kita lakukan pembongkaran. Sebelumnya, kami juga sudah lakukan pembongkaran terhadap beberapa pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan”, pungkas Wawan Suhendra.

(Roby)

Tinggalkan Komentar Anda