Omset Usaha Jahitnya Melebihi Gaji Pokoknya Sebagai PNS

284
Omset Usaha Jahitnya Melebihi Gaji Pokoknya Sebagai PNS
Nunuk Tri Rahayu seorang PNS yang juga menggeluti usaha konveksi. Foto: Al Hadeed - Sebatin.com

Sebatin.com, Sumatera Selatan – Apapun pekerjaan kita, berwirausaha itu penting. Itulah sebabnya mengapa di sekolah-sekolah diselipkan pelajaran wirausaha. Juga menjadi sebab banyaknya berdiri instansi pendidikan di bidang ekonomi dewasa ini.

Menjadi orang yang finansialnya bagus, bukanlah impian yang negatif ataupun buruk. Tujuannya tidak hanya sampai di memperkaya diri sendiri. Tapi, dengan menjadi orang yang fiansialnya bagus kita bisa membantu sesama. Kita bisa membuka lowongan pekerjaan atau bentuk kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat. Bukankah sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat?

Tim Sebatin.com beberapa waktu lalu sempat mengunjungi kediaman Ibu Nunuk Tri Rahayu di Desa Karang Endah, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Beliau adalah guru yang telah disertifikasi dan juga seorang pengusaha. Ia menggeluti usaha di bidang konveksi.

“Saya sudah menekuni dunia jahit-menjahit ini sejak tiga belas tahun yang lalu!” ujarnya kepada Tim Sebatin.com.

Ibu Nunuk adalah salah satu pengusaha yang menjalankan bisnis rumahan. Dulunya, ia berdiri sendiri tanpa bantuan ataupun kerja sama dengan berbagai pihak. Namun, nyatanya ia bisa bertahan dan sukses.

Bila ditinjau dari segi lokasi, rumah ataupun tempat usaha ibu ini cukup jauh dari jalan raya. Sampai saat ini ia telah memiliki tujuh pegawai yang semuanya adalah wanita.
Hebatnya, pelanggan ibu ini sudah menjangkau hampir di seluruh Sumatera Selatan, baik itu yang hanya sekadar memperbaiki ataupun membuat pakaian.

Berdasarkan pengakuannya, ia hampir membuat segala jenis pakaian. Dari kemeja sampai pakaian tari. Dari pakaian sekolah sampai pakaian silat.

“Ya, saya tidak menaruh harga yang tinggi. Saya hanya mengambil untung sedikit saja,” imbuhnya.

Jelas sekali, di mana-mana semua orang suka harga yang miring. Tentu saja dengan catatan kualitasnya tetap bagus. Saat kami menanyakan perihal omset, dia hanya berkata;

“Beda tipislah sama gaji saya sebagai guru. Kadang lebih, kadang kurang.”

Sebagaimana yang kita tahu, bahwa gaji pokok seorang guru yang telah disertifikasi bisa mencapai angka tujuh juta rupiah.

Berdasarkan penjelasannya, dulu ia memulai bisnis ini sungguh-sungguh dari nol. Bahkan, bisa dikatakan dari angka minus. Sebab, bahkan pertama-pertamanya ia hanya meminjam mesin jahit ke tetangganya.

Menurut pengakuannya juga, ternyata keahliannya menjahit turun dari ibunya. Ibunya dulu juga adalah seorang penjahit. Saat kami menanyakan apakah sudah ada rencana terkait pembesaran usaha ini, ia menjawab belum ada. Ia menjawab belum ada minat. Katanya, bisnis ini tujuannya hanya untuk sosial saja.

Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausawan adalah keinginan untuk maju. Hal inilah yang mendorong usaha kita untuk terus menjadi besar dan menggurita. Negara ini butuh setidaknya 2,5 persen wirausaha dari total seluruh penduduknya. Dengan angka sekecil itu bahkan negara ini sudah bisa menjadi negara maju. Namun, sayangnya negara ini baru memiliki 0,5 persen. Maka dari itu mari menjadi wirausaha, apapun itu pekerjaan kita. (Al Hadeed)

Tinggalkan Komentar Anda