PAD Metro Per April 2017 Alami Kenaikan Dari Tahun Sebelumnya

235
PAD Metro Per April 2017 Alami Kenaikan Dari Tahun Sebelumnya
Kepala BPPRD Kota Metro Arif Joko Arwoko. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Metro per April 2017 ini terealisasi Rp. 29,503 milliar. Jumlah ini, meningkat 14.1 persen dari kurun waktu yang sama pada 2016 yang terealisasi sebesar Rp. 25,697 milliar.

Hal ini diungkapkan Kepala BPPRD Kota Metro Arif Joko Arwoko di ruang kerjanya, Senin (17/04/2017). Menurutnya, kenaikan realisasi PAD Kota Metro terjadi pada beberapa sektor. Untuk sektor pajak daerah tahun 2016 terealisasi Rp. 3,230 milliar sementara tahun 2017 sebesar Rp. 3,971 milliar atau mengalami peningkatan 12.29 persen.

Kemudian, sektor retribusi daerah pada bulan April 2016 terealisasi sebesar Rp. 1,949 millar sementara tahun 2017 terealisasi sebesar Rp. 2,030 milliar atau mengalami peningkatan sebesar 13,58 persen.

“Kenaikan juga terjadi pada sektor pendapatan daerah lain-lain yang sah. Pada April 2016 terealisasi Rp. 20,972 milliar sedangkan di tahun 2017 terealisasi Rp. 23,501 milliar. Artinya mengalami kenaikan sebesar 11.20 persen,” ungkapnya.

Dikatakannya, dari 8 item pajak daerah yang mengalami penurunan, yaitu pada pajak reklame. Hal ini disebabkan karena pemasangan reklame yang belum jatuh tempo dan berkurangannya pemasangan reklame rokok akibat adanya larangan kawasan tanpa rokok pada daerah-daerah tertentu.

“Selain itu pajak daerah Kota Metro mengalami peningkatan. Untuk hasil retribusi daerah yang terdiri dari 3 item, yaitu retribusi jasa umum terealisasi Rp. 2.030.021.173 dari target Rp. 6.067.270.000, retribusi jasa usaha terealisasi Rp. 470.901.666 dari target Rp. 2.166.670.000 dan retribusi perizinan tertentu terealisasi Rp. 962.752.507 dari target Rp. 2.104.200.000,” katanya.

Ia menambahkan, untuk pajak bumi dan bangunan (PBB-P2) dari target Rp. 3.232.431.310 saat ini terealisasi Rp. 674.199.540 atau sebesar 20,86 persen.

“Kecilnya realisasi PBB adalah masih terdapatnya SPPT PBB yang terdapat di kolektor-kolektor di semua kelurahan dan belum dibayarkan ke Bank Lampung. Sampai saat ini BPPRD beserta kelurahan masih melakukan monitoring ke semua kelurahan agar realisasi penyerapan pembayaran PBB dapat dipercepat,” tutupnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda