Pajak Reklame Kota Metro Alami Penurunan

370
PAD Metro Per April 2017 Alami Kenaikan Dari Tahun Sebelumnya
Kepala BPPRD Kota Metro Arif Joko Arwoko. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Pajak reklame Kota Metro tahun 2017 akan mengalami penurunan. Pasalnya, semenjak berlakunya Peraturan Daerah (Perda) Kota Metro tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) realisasi pajak reklame hilang Rp. 300 juta dari iklan rokok.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Metro Arif Joko Arwoko mengatakan, dalam Perda KTR di 14 jalan protokol Kota Metro dan kawasan pendidikan, kawasan olahraga dan kawasan rumah sakit tidak diperbolehkan ada iklan rokok.

“Dulu itu dari reklame rokok bisa sampai Rp. 300 juta pertahun. Sekarang tidak ada. Ya 14 jalan protokol itu termasuk Jalan A Yani, Jenderal Sudirman, Soekarno Hatta, Imam Bonjol, A.H Nasution. Padahal dulu di Jalan Jend Sudirman potensial sekali dari iklan rokok,” katanya.

Karenanya, realisasi pajak reklame tahun ini mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena pemasangan reklame yang belum jatuh tempo dan berkurangannya pemasangan reklame rokok akibat adanya larangan kawasan tanpa rokok pada daerah-daerah tertentu.

“Yang bisa itu jalan Tejoagung sampai ke Stadion ini karena dulu lepas waktu menyusun Perda. Kemudian jalan Budi Utomo dari SD Tingkat sampai ujung dan jalan-jalan kecil itu. Untuk retribusi rokok itu sekarang hanya kalau ada event saja. Misal mereka memasang stand terus izin ke kita. Itu baru ada. Dan itupun jumlahnya tidak seberapa besar. Kalau reklame misalnya susu mereka tidak mau, reklame sosial dan politik kita tidak ada aturan untuk narik retribusi,” tuturnya.

Mungkin, tambah Arif, nantinya di jalan-jalan kecil atau kawasan diluar Perda KTR akan diperbolehkan untuk dipasang iklan rokok. Tetapi dengan catatan harus izin terlebih dahulu.

“Kalau inovasi-inovasi ya kita harus berani mengambil resiko. Kalau ada gang-gang yang agak lebar dan lepas dari Perda kita perbolehkan asal mereka izin terlebih dahulu. Kami masih kaji Perda itu. Kalau di luar 14 jalan protokol dan kawasan rumah sakit, pendidikan, olahraga itu masih boleh tidak. Ini nanti merubah Perda, seumpama boleh berapa meter dan titik-titiknya di mana saja. Tapi merubah Perda itu satu tahun,” pungkasnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda