Panglima TNI : Jika Ada Ulama Yang Ingin Merubah Pancasila Pastinya Bukan Ulama Dari Indonesia

288
Panglima TNI : Jika Ada Ulama Yang Ingin Merubah Pancasila Pastinya Bukan Ulama Dari Indonesia 01
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menghadiri acara “Tausiyah Kebangsaan” dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-72, di Wisma Perdamaian Gubernur, Jalan Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/8/2017). Foto : Puspen TNI

Sebatin.com, Semarang – Tidak akan ada ulama Indonesia yang memiliki pemikiran dan keinginan untuk merubah Pancasila yang merupakan Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ini direbut oleh seluruh komponen bangsa termasuk para ulama, kyai dan santri. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan 20.252 orang yang terdiri dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para santri serta masyarakat, saat memberikan ceramah “Tausiyah Kebangsaan” dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-72, di Wisma Perdamaian Gubernur, Jalan Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/8/2017).

Dalam ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menuturkan, bahwa Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa, dalam merumuskan Ideologi Negara Pancasila.

“Itu sudah final, tidak boleh dirubah lagi. Kalau ada ulama atau pihak-pihak yang akan merubah Pancasila dengan Ideologi lain, mereka pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar dan dibayar untuk merusak atau memecah belah Bangsa Indonesia”, tegasnya.

Gatot Nurmantyo juga mengatakan, bahwa Pancasila sebagai dasar negara telah dirumuskan dari nilai-nilai luhur dan budaya Bangsa Indonesia, termasuk didalamnya nilai-nilai religius yang telah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.

“Alangkah anehnya kalau sekarang tiba-tiba muncul oknum dengan berpakaian ulama, tetapi bahasanya mempengaruhi masyarakat ingin merubah Pancasila. Ini perlu kita waspadai, pasti itu bukan ulama Indonesia, melainkan ulama dari luar yang dibayar untuk merusak Pancasila dan keutuhan NKRI”, tegasnya.

Panglima TNI : Jika Ada Ulama Yang Ingin Merubah Pancasila Pastinya Bukan Ulama Dari Indonesia 02
20.252 orang yang terdiri dari kalangan ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama dan para santri serta masyarakat, saat mendengarkan ceramah “Tausiyah Kebangsaan” oleh Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo, di Wisma Perdamaian Gubernur, Jalan Tugu Muda Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/8/2017). Foto : Puspen TNI

Lanjut Gatot Nurmantyo, bahwa Bangsa Indonesia merupakan bangsa patriot yang berjiwa ksatria. Disamping itu, rakyat Indonesia juga memiliki karakter yang kuat dalam hal bergotong royong, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

“Rakyat Indonesia akan melawan, bila ada yang mengusik rasa kebangsaannya, karena di tubuhnya mengalir darah ksatria yang dibuktikan dengan setiap suku Bangsa Indonesia yang memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri”, terang Panglima TNI.

Dan dijelaskan pula oleh Gatot Nurmantyo, bahwa perjuangan rakyat yang beratus-ratus tahun lamanya, tidak membuahkan hasil, karena masih besarnya sifat kedaerahan.

“Para pejuang, tokoh agama dan pemuda menyadari hal itu, maka muncul rasa persatuan dan kesatuan dalam perjuangan hingga lahirlah Sumpah Pemuda pada tahun 1928, dan hanya memerlukan waktu 17 tahun, kemerdekaan Indonesi bisa direbut”, tutupnya.

(Rls. Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.)

Tinggalkan Komentar Anda