Panglima TNI: Paspampres Tidak Boleh Gagal Dalam Setiap Tugas Pengamanan

450
Panglima TNI: Paspampres Tidak Boleh Gagal Dalam Setiap Tugas Pengamanan
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo temui awak media usai hadiri peluncuran Buku Dokumentasi 70 Tahun Pasukan Pengamanan Presiden di Mako Paspampres, Jakarta Pusat, Kamis malam (29/12/2016). Foto: Puspen TNI

Sebatin.com, Jakarta Pusat – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menemui awak media usai dirinya menghadiri peluncuran Buku Dokumentasi 70 Tahun Pasukan Pengamanan Presiden di Mako Paspampres, Jalan Tanah Abang II No. 6, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis malam (29/12/2016).

Diketahui, turut hadir dalam acara peluncuran buku tersebut, antara lain Kasum TNI Laksdya TNI DR. Didit Herdiawan, M.P.A.,M.B.A., Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Pangarmabar Laksda TNI Aan Kurnia, S.Sos., Prof. Dr. Anhar Gonggong, Prof. Dr. Andi Widjajanto dan para mantan Komandan Paspampres

Sementara itu, dalam sesi tatap muka dengan insan pers, Panglima TNI mengatakan, bahwa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) merupakan kumpulan dari prajurit-prajurit TNI terpilih, oleh karenanya Paspampres tidak boleh gagal dalam setiap melaksanakan tugas pengamanan.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, Paspampres melaksanakan tugas pengamanan fisik langsung dari jarak dekat kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) beserta keluarganya. Selain itu, Paspampres juga mengamankan tamu negara setingkat Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan, serta mantan Presiden atau mantan Wakil Presiden RI.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat ini masyarakat dan Presiden ingin selalu berhubungan, sehingga tidak ada batasan antara Presiden dengan rakyatnya.

“Inilah tuntutan tugas Paspampres, agar lebih teliti, terlatih dan profesional lagi,” tegas Panglima TNI.

Sementara itu, terkait peluncuran Buku Dokumentasi 70 Tahun Pasukan Pengamanan Presiden, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan bahwasanya buku tersebut adalah refleksi dari Komandan Paspampres yang sekarang, untuk mengukir atau melihat kembali sejarah Paspampres bersama tokoh-tokohnya.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, bahwa Paspampres berdiri sudah sangat lama dan bukan tiba-tiba berdiri, ada sejarah panjang sejak tahun 46 sampai dengan sekarang.

“Buku ini sangat diperlukan khususnya untuk prajurit-prajurit muda, agar mereka tahu bahwa tugas Paspampres penuh dengan berbagai lika-liku tantangan dan perjuangannya,” papar Panglima TNI.

Buku Dokumentasi 70 Tahun Pasukan Pengamanan Presiden memuat berbagai hal dan sejarah Pasukan Baret Biru Muda, sejak berdiri mengawal Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Joko Widodo, serta kunjungan Kepala Negara lain ke Indonesia. (Rls Puspen TNI/Red)

Tinggalkan Komentar Anda