Panglima TNI: Pembangkit Semangat Perubahan Adalah Mahasiswa

424
Panglima TNI: Pembangkit Semangat Perubahan Adalah Mahasiswa
Jendral TNI Gatot Nurmantyo Saat Menghadiri Acara Pra Temu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Ke-IX di Universitas Trisakti. Foto: Dok Puspen TNI

Sebatin.com, Jakarta Barat –  Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo menghadiri acara Pra Temu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Ke-IX yang mengulas tema “Mari Teladani Semangat Juang Pahlawan Kemerdekaan Menuju Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang”. Acara tersebut diselenggarakan di Gelanggang mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Jum’at (11/11/2016).

Acara ini dihadiri pula oleh, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI  Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto, S.Sos, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Samoedro, Danpom TNI Mayjen TNI Dodik Wijanarko, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana dan Rektor Universitas Trisakti serta Civitas Akademika Universitas Trisakti.

Dalam kesempatan ini Panglima TNI mewanti-wanti para mahasiswa untuk mewaspadai aksi demo yang mengarah memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta bisa memelihara kebhinekaan karena itu adalah satu kekuatan yang maha dasyat.

“Mahasiswa kalau melaksanakan demo harus gunakan akal pikiran dan hati nurani serta harus cek benar secara jelas, apa yang didemokan harus mempunyai solusi agar bangsa lebih baik. Silahkan demo, tapi jangan sampai demo dikendalikan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Panglima TNI. 

Ia juga menyampaikan bahwa setiap warga negara perorangan atau kelompok, bebas menyampaikan pendapat. hal ini juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Ini juga sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

Dihadapan mahasiswa, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan kalimat-kalimat yang ia kutip oleh Bung Karno.

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri, maka cegah hasutan, cegah provokasi, dan cegah adu domba terhadap rakyat”.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengatakan kepada awak media bahwa sejarah telah membuktikan yang membangkitkan semangat perubahan disetiap pergolakan yang merubah tatanan Indonesia adalah mahasiswa.

“Mari kita bergandengan tangan, ajak seluruh anak bangsa dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan dan politik agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak terpecah belah, sehingga kemajemukan bangsa Indonesia dapat menjadi satu pusat kekuatan atau center of gravity,” Ujar Panglima TNI.

(Rls Puspen TNI/Red)

 

Tinggalkan Komentar Anda