Panglima TNI : Penguatan Pancasila Sejak Dini Untuk Pertahankan Persatuan Bangsa

201
Panglima TNI : Penguatan Pancasila Sejak Dini Untuk Pertahankan Persatuan Bangsa 01
Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila kepada para mahasiswa-mahasiswa baru dari seluruh Indonesia, di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017). Foto : Rls

Sebatin.com, Jawa Barat – Pancasila harus jadi pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia, oleh sebab itu penguatan Pancasila harus benar-benar dilakukan sejak usia dini agar kita paham tentang Pancasila, yang mempersatukan kita adalah Pancasila dan itu harus dipertahankan, jika kita tidak ingin pecah. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai mengikuti kegiatan Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila, di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017).

Panglima TNI menuturkan bahwa acara Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila merupakan kegiatan sangat strategis yang dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswa baru dari seluruh Indonesia, dengan pembicara Ibu Megawati (Presiden kelima RI) dan Presiden RI Joko Widodo yang menekankan tentang kebesaran Indonesia. Pembekalan didahului dengan olahraga bersama di halaman depan Istana Bogor.

“Semua berbicara bahwa negara kita sangat besar, negara kita sangat luas dan beragam, kebesaran ini yang perlu terus diingatkan karena banyak negara luar pecah karena faktor keberagaman. Indonesia memiliki 17 ribu pulau, suku, bahasa, warna kulit, rambut, kondisi ekonomi dan agama namun masih tetap satu karena kita punya Pancasila”, terang Panglima TNI.

Gatot Nurmantyo juga mengatakan bahwa setiap prajurit TNI selalu mengimplementasikan Pancasila melalui doktrin TNI baik dalam setiap perilaku pribadi maupun seluruh kegiatan dan tugas yang diberikan.

“Implementasi Pancasila dilaksanakan TNI dalam kehidupan sehari-hari dengan sumpah prajurit dan sapta marganya. Itu merupakan intisari dari Pancasila”, ujarnya.

Panglima TNI : Penguatan Pancasila Sejak Dini Untuk Pertahankan Persatuan Bangsa 02
Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dihadapan awak media usai mengikuti kegiatan Penguatan Pembinaan Ideologi Pancasila, di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017). Foto : Rls

Perihal banyaknya kelompok muslim yang mendukung Panglima TNI maju dalam Pilpres, Gatot Nurmantyo mengingatkan, bahwa dirinya saat ini adalah Panglima TNI dan merupakan hal yang tidak etis apabila memiliki keinginan untuk menjadi Presiden atau Wapres.

“Presiden dan Wapres adalah atasan saya, tidak etis bila saya berkeinginan seperti itu, biarkan saya fokus sebagai Panglima TNI untuk melaksanakan tugas saya menjaga keutuhan NKRI”, ungkapnya.

Lebih lanjut Gatot Nurmantyo menjelaskan, bahwa aksi 171717 memiliki latar belakang dari isi pembukaan UUD 1945 yang bertujuan agar bangsa Indonesia dan rakyatnya dapat saling menyayangi, sehingga bangsa indonesia akan bisa fokus terus maju dan membangun.

“Jadi kemerdekaan ini diakui oleh semua pejuang karena rahmat dari Allah. Maka pada 17 Agustus ini kita pun berdoa. Semua umat beragama berdoa tidak hanya Islam, selama satu jam untuk bersyukur. Kita diberikan contoh oleh orang-orang yang berjuang, mereka sudah berjuang pun tidak sombong. Mereka paham bahwa semua itu karena rahmat Tuhan”, tutup Panglima TNI

(Rls. Kolonel Inf Bedali Harefa)

Tinggalkan Komentar Anda