Panglima TNI : Program Prioritas TNI Kedepan adalah Pengembangan SDM

89
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat memimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 66 Perwira Tinggi TNI, bertempat di Ruang Hening, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (12/12). Foto : Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Sebatin.com, Jakarta – Salah satu program prioritas TNI kedepan adalah melakukan pengembangan sistem pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit yang berbasis kompetensi, untuk mencapai standar kemampuan dan profesionalisme yang mampu menghadapi tuntutan perkembangan teknologi.

Rencana tersebut disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat memimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 66 Perwira Tinggi TNI, bertempat di Ruang Hening, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (12/12).

“Beberapa fokus kegiatan meliputi impelementasi proses rekrutmen yang bersih, transparan, humanis dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN),” kata Panglima TNI.

Selanjutnya Panglima TNI menyampaikan bahwa, program prioritas TNI tersebut yaitu menciptakan pendidikan dan latihan yang bersifat kritis, adaptif, analitis, dan diskursif. “Ini semua menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan penugasan serta mengembangkan dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan TNI yang bersifat integratif dalam berbagai pengembangan umum,” ujarnya.

Panglima TNI juga menuturkan bahwa pada sisi kesejahteraan, secara garis besar akan berorientasi pada peningkatan kinerja dan akuntabilitas organisasi untuk mencapai remunerasi secara bertahap sampai dengan 100%, termasuk peningkatan uang lauk pauk prajurit serta pemenuhan perlengkapan perorangan.

“Hal lainnya adalah menjamin ketersediaan perumahan dinas dan kemudahan akses pendidikan serta kesehatan bagi prajurit dan keluarganya. Jaminan dan peningkatan kesejahteraan prajurit TNI beserta keluarganya, tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa, TNI hari ini semakin mendapat kepercayaan dari rakyat apabila mampu membuktikan kemampuan dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Oleh sebab itu, bagi prajurit TNI, apapun tugas yang menyangkut persoalan bangsa merupakan panggilan tugas dan pengabdian.

“Kepercayaan itu harus kita bangun dan jaga dengan baik sebagaimana kesetiaan kita dalam menjaga keutuhan bangsa dan Negara,” ujarnya.

Penerus Jenderal Gatot Nurmantyo ini juga menyinggung bahwa, kenaikan pangkat pada dasarnya merupakan penghargaan yang diberikan kepada para perwira, sehingga mampu memotivasi meningkatkan kinerjanya sesuai denagn tugas masing-masing.

“Kriteria untuk mencapai pangkat Perwira Tinggi harus adanya capaian keberhasilan dalam melaksanakan tugas sehingga reputasi individu dan satuan diakui dan pantas diapresiasi. Dari situ kemudian mengalir penghargaan sekaligus kehormatan untuk menyandang pangkat PerwiraTinggi,” jelasnya.

Untuk menghadapi tugas yang semakin berat, Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ini memerintahkan kepada para Perwira Tinggi yang mendapat kenaikan pangkat untuk menuangkan ide-ide cerdas dan produktif untuk mendukung program pemerintah dalam rangka mempercepat pembangunan dan pemerataan pembangunan, yang berguna untuk kesejahteraan masyarakat.

(Red)
Editor : Addarori Ibnu Wardi

Tinggalkan Komentar Anda