Panglima TNI Sebut Insan Pers Adalah Pahlawan Pejuang

211
Panglima TNI Sebut Insan Pers Adalah Pahlawan Pejuang
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat bertemu awak media usai memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Hari Pers Nasional 2017, di Islamic Centre, Ambon, Rabu malam (8/2/2017). Foto: Puspen TNI

Sebatin.com, Ambon – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyebutkan, bahwa Insan Pers adalah pahlawan pejuang. Hal itu disampaikannya kepada awak media usai memberikan sambutan pada acara Gala Dinner Hari Pers Nasional 2017, di Islamic Centre, Ambon, Rabu malam (8/2/2017).

Dalam sejarah Indonesia sebelum merdeka, menurut Panglima TNI, Insan Pers atau Media-lah yang membangkitkan semangat para pemuda-pemuda Indonesia agar bersatu dan berjuang dengan ikrar Sumpah Pemuda.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga menambahkan, bahwa peran Pers melalui pemberitaannya telah menyebarkan energi sosial, sehingga terdengung di seluruh nusantara dengan sesanti “Merdeka atau Mati”.

Lebih lanjut, menurut Panglima TNI, dalam pembangunan nasional pada era kompetisi global dan krisis ekonomi dunia seperti saat ini, peran Insan Pers sangat dibutuhkan, yaitu untuk memberitakan semua kejadian apapun dengan benar dan apa adanya.

“Pemberitaan itu harus dengan kalimat yang menyejukkan dan memberikan solusi, bukan justru memprovokasi yang berakibat perpecahan,” tutur Panglima TNI.

Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga sempat menjelaskan perihal kedatangan Chief of the Australian Army Letnan Jenderal Angus Campbell ke Markas Besar (Mabes) TNI kepada awak media.

“Australian Defence Force telah mengambil langkah-langkah dengan menutup sekolah, mengevaluasi kurikulumnya karena tidak benar serta memproses dan memberikan sanksi, baik Kepala Sekolah maupun personel-personel yang terlibat dan berdampak terhadap karier mereka,” jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, menyikapi pernyataan salah seorang anggota Komisi I DPR-RI yang disiarkan di salah satu stasiun televisi swasta bahwa Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I-DPR pada tanggal 6 Februari 2017 dilakukan secara tertutup, konotasinya seolah-olah saya yang menyebarkan berita tersebut.

“Saya tegaskan bahwa berita itu tidak benar, yang benar adalah rapat dilaksanakan secara terbuka,” kata Panglima TNI.

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I-DPR tersebut, khususnya tentang program kerja anggaran dan rencana kegiatan TNI pada tahun 2017, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan, bahwa sesuai Peraturan Menteri No. 28 tahun 2015 untuk anggaran TNI AD, TNI AL dan TNI AU, yang menentukan adalah Kementerian Pertahanan.

“Saya hanya mengendalikan anggaran untuk Mabes TNI saja, tetapi kalau saya yang menyampaikan ini, seolah-olah saya mempunyai kepentingan, padahal ini untuk menyiapkan yunior-yunior yang kelak akan menggantikan saya, jangan sampai Panglima TNI yang akan datang mengalami seperti saya, tidak memiliki kewenangan mengatur anggaran masing-masing angkatan,” tutur Panglima TNI.

(Rls Puspen TNI/Red)

Tinggalkan Komentar Anda