Panglima TNI: Waspadai Ancaman dan Teror, TNI-Polri Harus Solid

422
Panglima TNI: Waspadai Acaman dan Teror, TNI-Polri Harus Solid
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menyampaikan arahannya pada Rapim Polri Tahun 2017 di Auditorium Harun Nasution (STIK/PTIK) Jl. Tirtayasa Raya No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta selatan, Rabu (25/1/2017). Foto: Puspen TNI

Sebatin.com, Jakarta Selatan – Guna mewujudkan keamanan, dalam rangka kegiatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017, Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap bersinergi membantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jendral TNI Gatot Nurmantyo dihadapan peserta Rapim Polri Tahun 2017, di Auditorium Harun Nasution, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), jalan Tirtayasa Raya No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta selatan, Rabu (25/1/2017).

“Untuk Pilkada serentak 2017, saya sudah sampaikan kepada para Dandim, Danrem dan Pangdam, kalau Polri minta bantuan pengamanan agar segera didukung, setelah itu baru laporan, karena hal tersebut memerlukan kecepatan,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lanjutnya, dalam pelaksanaan kampanye Pilkada tidak boleh bertentangan dengan agama dan tidak boleh menyinggung agama lain, tetapi harus beretika dan berbudaya Pancasila.

“Sesuai arahan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, Pilkada harus berjalan aman baik sebelum, selama maupun sesudah pelaksanaan. Jangan ada keraguan dan saling curiga guna menciptakan suasana kondusif untuk mendukung pemerintahan yang sah, TNI dan Polri harus waspada dan solid untuk mendukung Presiden yang dipilih secara konstitusional,” tegasnya lagi.

Panglima TNI: Waspadai Acaman dan Teror, TNI-Polri Harus Solid 2
Suasana Rapim Polri Tahun 2017 di Auditorium Harun Nasution Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK)  Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jl. Tirtayasa Raya No. 6 Kebayoran Baru, Jakarta selatan, Rabu (25/1/2017). Foto: Puspen TNI

Dalam arahannya, Panglima TNI juga menyampaikan terkait beberapa perspektif ancaman Indonesia saat ini, salah satunya ancaman teroris yang sangat berpengaruh pada kondisi dan stabilitas keamanan dalam negeri.

“Kegiatan terorisme di Indonesia masih tergolong mengganggu keamanan dan ketertiban saja, belum pada bahaya yang mengancam keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Lanjutnya, TNI bersama Polri harus selalu mewaspadai kemungkinan-kemungkinan ancaman yang terjadi.

“Saya selaku Panglima TNI mengajak Kepolisian RI bersama-sama TNI, untuk menjaga keutuhan NKRI yang dipimpin oleh pemerintahan yang sah,” ujarnya.

(Rls Puspen TNI/Red)

Tinggalkan Komentar Anda