Pejabat Esselon II dan III a Lakukan Test Narkoba di RSU A. Yani Kota Metro

691
Pejabat Esselon II dan III a Lakukan Test Narkoba di RSU A. Yani Kota Metro
Pejabat Esselon II dan III a Lakukan Test Narkoba di RSU A. Yani Kota Metro. (Ilustrasi)

Sebatin.com – Test narkoba merupakan salah satu rangkaian uji assesment yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Metro guna mengevaluasi layak dan tidaknya seseorang memegang jabatan di Kota Metro. Terkait hal tersebut, kemarin para pejabat Esselon II dan III a melakukan test narkoba di RSU A. Yani Kota Metro (04/08/2016).

“Test narkoba wajib dilakukan. Kami berkeinginan pejabat yang akan menduduki berbagai posisi benar-benar bersih dari Narkoba. Dengan begitu kinerja yang dihasilkan akan maksimal,” ungkap Wakil Walikota Metro Djohan.

Lebih lanjut Djohan juga menerangkan, bahwa selain test narkoba, nantinya juga akan dilakukan test kesehatan jiwa. Setelah itu, untuk tahap berikutnya para pejabat akan diberi tugas untuk membuat makalah dan melakukan ekspose program kerjanya sesuai dengan visi Kota Metro sebagai Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga. Selanjutnya, masih ada berbagai test wawancara yang nanti akan dilakukan di Polda Lampung.

“Yang jelas butuh penyegaran di berbagai posisi jabatan yang ada. Bahkan, beberapa waktu yang lalu ada pejabat yang menghadap saya sembari mengatakan dirinya sudah tidak mampu lagi menjabat di posisi itu. Selain rasa jenuh, ia juga tidak sanggup untuk mengemban beban kerja yang diberikan. Karenanya, serangkaian test kita lakukan untuk mengetahui kualitas dari SDM tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya telah diberitakan, Wakil Wali Kota Metro Djohan mengatakan bahwa hasil uji Assesment pejabat Esellon II dan Esselon III a yang diikuti 73 pejabat akan digunakan untuk menjadi patokan layak tidaknya memegang sebuah amanah jabatan di Kota Metro. Bahkan dikatakannya pula, jika penilaian Assesment yang dilakukan oleh BKD dan Polda Lampung hasilnya ada yang tidak layak, maka dapat dipastikan yang bersangkutan tidak akan dipakai dalam rolling yang akan dilakukan.

“Kami menunggu hasil uji penilaian yang dilakukan oleh BKD dan Polda Lampung. Apabila dari hasil uji tersebut ada pejabat yang dinyatakan tidak layak memimpin satu organisasi di Pemkot Metro, maka tidak akan kami pakai. Karenanya, uji ini sangat penting untuk kami melihat kemampuan SDM yang ada,” ujar Djohan. Rabu (03/08/2016).

Lebih lanjut Djohan mengatakan, bahwa dengan melakukan Assesment ini, maka kinerja yang dihasilkan akan maksimal dan yang bersangkutan akan mampu mengusai kinerja yang dibebankannya.

“Disini kami bisa melihat kemampuan pejabat yang ada. Jika yang terbaik yang kami pilih, tentunya beban kerja yang diberikan akan mampu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

(Ade Embun)

Tinggalkan Komentar Anda