Pelecehan Profesi Jurnalis Kembali Terjadi di Lampung Selatan

602
Pelecehan Profesi Jurnalis Kembali Terjadi di Lampung Selatan 01
Illustrasi

Sebatin.com, Gedung Tataan, Lamsel – Dugaan pelecehan terhadap profesi Jurnalis kembali terjadi. Kejadian kali ini menimpa pada seorang pewarta dari Surat Kabar Harian (SKH) Radar Lampung Selatan (Lamsel), saat melakukan peliputan dan pemotretan terhadap korban Kepala Sekolah yang sedang diperiksa, terkait pemberitaan adanya oknum wartawan pemeras, di Polsek Gedung Tataan, Rabu (6/12/2016).

Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung Juniardi SIP MH, sangat menyayangkan atas aksi salah satu oknum anggota Polsek Gedung Tataan tersebut yang melakukan perampasan HP kamera dan memaksa wartawan SKH Radar Lamsel untuk menghapus foto dari kartu memori HP camera tersebut.

Pelecehan Profesi Jurnalis Kembali Terjadi di Lampung Selatan 02
Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung Juniardi S.I.P., M.H (sumber foto : paratokohlampung.blogspot.co.id)

“Jika itu benar, kami minta Polda Lampung untuk memproses oknum polisi yang melakukan itu, karena sudah masuk kategori kekerasan terhadap Jurnalis. Apapun bentuknya kekerasan tidak dibenarkan di negeri ini”, tegas Juniardi

Lanjut Juniardi, padahal PWI lampung sangat mengapresiasi atas keberhasilan kinerja Polsek Gedung Tataan, Lamsel dalam menangkap oknum wartawan yang telah melakukan pemerasan terhadap Kepala Sekolah.

“Kami mendukung polisi menangkap oknum wartawan yang melanggar kode etik itu. Tapi ini menjadi aneh, wartawan meliput kasus itu, kok malah begini. Ada apa sebenarnya”, tanyanya.

Juniardi menilai, profesi jurnalis sudah dilecehkan oleh kepolisian Polsek Tataan. Jika tidak ada tindakan tegas, akan mengkhawatirkan hal serupa juga akan kembali terjadi terhadap wartawan lain yang tengah bertugas. Padahal, sama seperti anggota kepolisian, di dalam tugasnya wartawan juga dilindungi oleh Undang-undang.

“Profesi sebagai seorang jurnalis sudah diinjak-injak, polisi tidak harus bersikap arogan kepada wartawan. Kami sangat mengecam itu, dan meminta kasus ini diusut tuntas. Jika tidak akan menjadi preseden buruk baik dunia pers di Lampung bahkan Indonesia”, tegasnya.

Dirinya juga sangat mengharapkan untuk instansi kepolisian khususnya para petinggi di jajaran Polda Lampung untuk dapat memberikan pemahaman kepada seluruh jajaran di bawahnya untuk tidak melakukan intimidasi terhadap profesi jurnalis dalam bentuk apapun. (Rilis PWI Lampung : Juniardi)

Tinggalkan Komentar Anda