Pemda se-Lampung Teken Kerja Sama Pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan

103
Pemda-se-Lampung-Teken-Kerja-Sama-Pelaksanaan-Program-Penanggulangan-Kemiskinan02
Saat Wakil Walikota Metro Djohan perjanjian kerjasama bersama Pemprov Lampung. Foto : Humas Prov

Sebatin.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung menandatangani perjanjian tentang Pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan. Penandatanganan ini dilakukan masing-masing Koordinator Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK), di ruang rapat Bappeda Provinsi Lampung, Selasa (17/10/2017).

Wakil Gubernur Bachtiar Basri dan selaku Ketua TKPK menjelaskan, dibutuhkan perencanaan pengentasan kemiskinan dan tindaklanjut untuk mewujudkannya, dan harus mampu bekerja dalam memberikan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan, tanpa tindak lanjut data yang dimiliki itu tidak akan berarti.

“Kita memiliki kewenangan dan kewajiban mengentaskan kemiskinan. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu menyamakan dan meningkatkan koordinasi pengentasan kemiskinan,” kata Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri saat membuka acara tersebut.

Dalam mengentaskan kemiskinan, Wagub Bachtiar, meminta agar Wakil Bupati atau Wakil Walikota selaku Ketua TKPKD mampu bertanggungjawab menurunkan kemiskinan.

“Saya tidak ingin ada yang saling menyalahkan, tetapi kita harus support dan tingkatkan tindak lanjut mengentaskan kemiskinan,” kata Bachtiar.

Menurut Kepala Bappeda Taufik Hidayat, Pemprov Lampung terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan di bawah rata-rata kemiskinan nasional. Hingga kini, data kemiskinan Lampung secara makro mencapai 13,69% atau 1,1 juta jiwa penduduk.

“Berdasarkan data BPS Provinsi Lampung, sekitar 40% penduduk Lampung berada dalam batas rentan kemiskinan, dengan penghasilan per bulan di bawah Rp500 ribu. Sekitar 35,36% berpenghasilan Rp 300 ribu-Rp500 ribu. Oleh karenanya, dibutuhkan anggaran besar untuk mengentaskan kemiskinan,” kata Taufik.

Pemda-se-Lampung-Teken-Kerja-Sama-Pelaksanaan-Program-Penanggulangan-Kemiskinan01
Saat usai penandatanganan perjanjian kerjasama bersama Pemprov Lampung. Foto : Humas Prov

Dia menjelaskan Mesuji merupakan salah satu kabupaten yang memiliki angka kemiskinan terkecil, namun kurang IPM-nya. Sebaliknya, Lampung Tengah memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi karena desil I sekitar 48.965 jiwa penduduk dan desil II sekitar 42.492 jiwa penduduk. Kita harus mampu menurunkan kemiskinan yang diimbangi dengan peningkatan IPM, kata Taufik.

Dalam mengentaskan kemiskinan, Taufik Hidayat, terdapat beberapa upaya dan kebijakan dalam mengentaskan yang menyasar ke 40% penduduk termiskin (desil I dan desil II). Di antaranya jaminan dan bantuan sosial tepat sasaran, pemenuhan kebutuhan dasar, dan perluasan UMKM.

(Red/rls)

Tinggalkan Komentar Anda