Pemprov Bantu Tim Pencari Kapal Eropa Akibat Letusan Krakatau

216
Pemprov-Bantu-Tim-Pencari-Kapal-Eropa-Akibat-Letusan-Krakatau01
Saat Pemerintah Provinsi Lampung mendukung Tim Eksplorasi Krakatau mencari kapal buatan Eropa yang terdampar ke daratan Lampung akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Foto : Humas Prov

Sebatin.com, Lampung Selatan – Pemerintah Provinsi Lampung mendukung Tim Eksplorasi Krakatau mencari kapal buatan Eropa yang terdampar ke daratan Lampung akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Dari segi kajian memang masuk akal, dan kita kembali mencari kapal yang sempat terhenti dan dimulai di awal Oktober mendatang, Sekretaris Provinsi Lampung Sutono, saat meninjau lokasi kapal di Dusung Kepayang Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (28/9/2017).

Sekretaris Provinsi Lampung, Sutono mengatakan jika kapal kuno tersebut ditemukan, akan dijadikan destinasi wisata unggulan Lampung, ini sebuah legenda Lampung memiliki Gunung Krakatau yang sangat mendunia dan penemuan ini menjadi situs purbakala dan bisa dijadikan paket wisata Lampung Krakatau Festival, kata Sutono.

Pemprov-Bantu-Tim-Pencari-Kapal-Eropa-Akibat-Letusan-Krakatau02
Suasana penampakan jejak kapal yang tertimbun di Bukit Kepayang, didapat dari pemetaan dampak letusan Krakatau. Foto : Humas Prov

Hadi Subroto, inisiator Tim Eksplorasi Krakatau, mengatakan penampakan jejak kapal yang tertimbun di Bukit Kepayang, didapat dari pemetaan dampak letusan Krakatau. Untuk menguatkan dugaan tersebut, dia membuat simulasi peraga dengan miniatur Bukit Kepayang berbahan pasir dan miniatur kapal kayu, dan setelah pengujian dengan hasil simulasi peraga dan jejak di foto satelit, sangat identik.

“Kita juga menganalisa berdasarkan foto satelit, pada wilayah tersebut ditemukan penampakan yang diduga jejak longsor sebuah kapal,” ujar Hadi Subroto.

Lanjutnya, bahwa Ahli Geofisika Fakultas Teknik Universitas Lampung juga melakukan uji geolistrik di atas posisi koordinat bayangan kapal yang tertimbun tanah. Pengambilan data dilakukan secara melintang dari timur-barat, dan apabila disesuaikan dengan bentukan geometri, yang paling mendekati adalah lambung kapal, atau diperkirakan kapal posisi terguling, tim mulai menggali sampai akhirnya membentur plat baja besi yang diduga dinding kapal pada kedalaman 32,5 meter.

“Ini seperti bukit. Awalnya kami menggunakan alat seadanya, disusul ekskavator untuk mengeruk bagian bawah. Kami berhenti karena biaya. Semoga dengan bantuan Pemprov Lampung, ini bisa dilanjutkan kembali,” ujar Hadi.

Suyitno, Seorang pekerja yang dari awal ikut penggalian, menuturkan dia menemukan tanah bercampur oli saat menggali, saat penggalian pada 2014 ada dua yang bekerja, satu di atas dan saya di bawah, lalu tangan saya terkena seperti oli saat menggali, katanya.

(RZF)
Editor : Holik

Tinggalkan Komentar Anda