Penanggulangan Narkoba Antara Kepedulian Masyarakat dan Gerakan Pemerintah

1378
Penanggulangan Narkoba Antara Kepedulian Masyarakat dan Gerakan Pemerintah
Penanggulangan Narkoba Antara Kepedulian Masyarakat dan Gerakan Pemerintah (Ilustrasi).

Sebatin.com – Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya (Narkoba) menjadi trending topik pada kurun sepuluh tahun terakhir ini. Penyebarannya yang terhitung massif dari kota sampai ke pelosok desa, memberikan gambaran bahwa bahaya narkoba sudah pada level kronis dan sangat menghawatirkan. Berdasarkan hasil survey nasional tahun 2014 saja jumlah pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai hampir 5 juta orang dan meningkat menjadi 5,8 juta orang di tahun 2015 (Versi BNN).

Survey BNN di atas, tentu bukanlah isapan jempol belaka, sebab jika kita mau seksama memperhatikan, fenomena itu sudah seperti wabah di masyarakat kota dan desa. Mereka berkelompok-kelompok sesuai rumpun pertemanannya masing-masing. Dari mulai usia belasan sampai usia 60 tahun pun ada di sana. Sekilas mereka ini memang tersebunyi atau menyebunyikan kegemarannya terhadap narkoba maupun minuman keras. Tapi jika kita sudah kenal dan familier, mereka akan terbuka dan tak segan mengkonsumsi barang haram itu di depan kita.

Berdasarkan penelusuran tim Sebatin.com ke beberapa daerah kabupaten-kota di Lampung, terutama di kampong-kampung, fakta itu tidak sulit ditemukan. Dalam obrolan ringan saat mereka kumpul di warung kopi, di tempat hajatan, atau sekedar kongkow cari angin di perempatan, pembicaraan minuman keras menjadi tema asik yang tak habis mereka bincangkan. Sebentar saja kita mendengarkannya, langsung bisa disimpulkan bawa mereka adalah pengguna barang haram ini.

Yang lebih menyedihkan lagi, kejadiannya bukan saja menjangkiti para pemuda, tapi orang tua-tua yang notabene petani dan buruh kasar di kampungnya pun terjerembab di bawah pengaruh narkoba. Hal ini ada korelasinya dengan hasil penelitian BNN secara nasional bahwa 1 dari 44 orang usian 10-59 tahun pernah mengkonsumsi narkoba. Miris memang, tapi itulah kenyataannya. Maka wajar kalau kemudian pemerintah menyatakan kondisi darurat dan perang terhadap narkoba.

Masalahnya sekarang, bagaimana langkah kita? Bencana narkoba sudah nyata di depan mata. Korban bergelimpangan tak terelakkan. Kejahatan akibat pengaruh narkoba telah merobek moral sampai pada titik tidak manusiawi. Pemerkosaan disertai pembunuhan sadis dipertontonkan begitu fulgar menyayat hati, semuanya akibat pengaruh barang haram yang bernama narkoba.

Hari ini kita semua tahu, bahwa pemerintahpun sudah berbuat maksimal dengan segala instrument hukum dan aparatnya. Dari penggerebekan di sarang narkoba sampai pemberian hukuman mati terhadap gembong narkoba, juga sudah dilakukan. Seluruh institusi pemerintahan antar departemen dilibatkan dalam menanggulangi masalah ini. Namun, yakinkah kita bahwa penyalahgunaan narkoba sudah akan berhenti? Tentu saja belum. Tampaknya kita masih harus bahu-membahu bersama pemerintah memberantasnya.

Masyarakat jangan hanya mengapresiasi tindakan pemerintah, tapi juga harus turut terjun langsung mengantisipasinya. Informasikan tempat-tempat transaksi narkoba di kampung Anda, sekecil apapun itu. Jangan beri ruang sedikitpun untuk berkembang, sebab cepat atau lambat, pastilah akan jadi bencana. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda