Penegakan Hukum Solusi Cermat Ubah Prilaku Warga Untuk Jaga Hutan Linara

476
Penegakan Hukum Solusi Cermat Ubah Prilaku Warga Jaga Hutan Linara
Papan larangan membuang sampah yang terpasang di taman hutan kota Linara. Foto : Arb-Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Sampah menjadi hal yang lazim dijumpai di Kota-kota besar di Indonesia. Persoalan sampah menjadi pekerjaan rumah (PR) yang serius bagi pemerintah di setiap daerah.

Di Kota Metro, Penangan sampahpun beragam, dari upaya merubah pola hidup masyarakat, hingga penegakan hukum akan dilakukan.

Penegakan Hukum Solusi Cermat Ubah Prilaku Warga Jaga Hutan Linara 2
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Yerri Noer Kartiko saat diwawancarai Sebatin.com usai Sidak Di Hutan Linara, Selasa (24/01/2017) lalu. Foto : Arb-Sebatin.com

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Yerri Noer Kartiko mengatakan dalam menangani persoalan sampah yang ada di Kota Metro salah satunya di Taman Hutan Kota Linara yang terdapat di kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur, pihaknya akan merehabilitasi dengan membersihkan sampah secara gotong-royong.

“Pertama kita harus merehabilitasi ini, setelah itu kita harus memperbaiki kondisinya. Yang pertama adalah kita harus membersihkan dan mengangkat sampah ini dari lokasi dengan cara gotong-royong antara warga dan teman-teman Dinas Lingkungan Hidup bidang kebersihan,” ucapnya saat diwawancarai Sebatin.com usai sidak di taman hutan Kota Linara, Selasa (24/01/2017).

Yerri menyampaikan, solusi dalam menangani persoalan tersebut adalah meminta warga untuk berlangganan sampah atau memberikan kontainer hingga motor sampah kepada warga sekitar.

“Nanti solusi setelah itu adalah kita akan coba meminta warga untuk menjadi langganan sampah atau kita simpan kontener sampah atau kita akan memberikan motor sampah kepada warga sekitar. Kemudian lokasi ini berdasarkan keterangan pak RW dijadikan kolam atau tempat wisata yang terintegrasi dengan hutan kota Linara, kemudian nanti akan ada gubuk-gubuk yang akan digunakan untuk menjaga ini agar tidak digunakan lagi sebagai area pembuangan sampah,” ujarnya.

Menurutnya, penegakan hukum merupakan cara yang paling efektif dalam menggugah kesadaran masyarakat Kota Metro untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Tetapi yang efektif menurut saya adalah penegakan hukum. Bahwa buang sampah sembarangan itu melanggar Perda nomor 08 Tahun 2015 dikenai sanksi sebesar 500 ribu atau kurungan. Itu mungkin perlu untuk syok terapi, sehingga budaya membuang sampahnya bisa berubah ketika dikenai sanksi atau hukuman pidana seperti itu. Mudah-mudahan kedepan kita bisa kerjasama dengan temen-temen dari Pol PP atau bahkan Kepolisian untuk menegakkan perda, khususnya nomor 08 tahun 2015,” ungkap Yerri.

Penegakan Hukum Solusi Cermat Ubah Prilaku Warga Jaga Hutan Linara 3
Agus Budianto warga RT 35 RW 08 Kelurahan Tejoagung, Kecamatan Metro Timur saat diwawancarai Sebatin.com di lokasi pembuangan sampah yang terdapat di taman hutan Kota Linara, Selasa (24/01/2017) lalu. Foto : Arb – Sebatin.com

Selain itu, warga sekitar juga mengharapkan penataan hutan Kota Linara menjadi salah satu tempat wisata keluarga.

“Sampah ini sudah puluhan tahun, sebelumnya ini hutan, nah maksud kita kalau bisa hutan ini dikelola, dibuatkan semacam hutan wisata, jadikan lebih baik terkelola, jadi masyarakat sadar nggak akan buang sampah di sini,” harap Agus Budianto warga RT 35 RW 08 Kelurahan Tejoagung, Metro Timur.

(Arb)

Tinggalkan Komentar Anda