Peran Penting Lampung Dalam Penyelamatan Ekosistem

346
Peran Penting Lampung Dalam Penyelamatan Ekosistem
Suasana Diskusi Nasional yang digelar Pemprov Lampung dan KLHK di Ruang Abung Balai Keratun, Bandar Lampung, Rabu (25/01/2017). Foto: Humas

Sebatin.com, Bandar Lampung – Lampung merupakan salah satu provinsi yang berperan penting dalam penyelamatan ekosistem di pulau Sumatera. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo yang diwakili oleh Sekdaprov Sutono dalam diskusi Nasional Menggugat Kawasan Konservasi bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, di Ruang Abung Balai Keratun, Bandar Lampung, Rabu (25/01/2017).

Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo yang diwakili oleh Sekdaprov Sutono dalam sambutannya mengatakan, karena memiliki 2 (dua) kawasan Taman Nasional, yaitu Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), menjadikan Provinsi Lampung sebagai bagian penting pelestarian ekosistem, khususnya di Sumatera.

“Kekayaan alam Indonesia merupakan aset dan sumber kehidupan bangsa dan negara. Tetapi aset ini terbatas, sehingga harus dikelola serta dipelihara secara benar dan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, Kawasan Konservasi Provinsi Lampung juga akan menjadi ekosistem kunci dalam penyelamatan hutan tersisa di Pulau Sumatera,” ujar Sutono.

Sekda Provinsi Lampung ini juga mengharapkan diskusi tersebut dapat menghimpun masukan dari berbagai pihak mengenai konservasi, pemanfaatan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam dalam pembangunan ekonomi dan sosial, serta nilai budaya masyarakat asli di Lampung.

“Masukan ini diperlukan dalam rangka mengembangkan strategi untuk ekoturisme, pemanfaatan SDA, dan pengelolaan sumber daya hutan berbasiskan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Sekda Provinsi Lampung.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga berharap agar konservasi ini segera dapat ditindak lanjuti dan merupakan kerangka acuan dalam pengembangan dan pembangunan masyarakat berkenaan dengan kawasan konservasi di wilayah Provinsi Lampung.

Di lain pihak, Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan Republik Indonesia yang diwakili oleh Agus Yustianto Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam menyampaikan, saat ini kawasan konservasi di Indonesia mencakup area seluas 27,2 juta hektar atau kurang lebih 20% dari luas seluruh kawasan hutan Indonesia (136,88 juta hektar).

Hingga tahun 2009, Pemerintah Indonesia telah menetapkan 527 unit kawasan konservasi darat dan laut, yakni terdiri atas 50 unit Taman Nasional, 118 unit Taman Wisata Alam, 22 unit Taman Hutan Raya, 24 unit Taman Buru, 248 unit Cagar Alam, 75 unit Suaka Margasatwa. Untuk Kawasan Konservasi Laut, telah ditetapkan 7 unit Taman Nasional, 5 unit Cagar Alam, 2 unit Suaka Margasatwa, dan 14 unit Taman Wisata Alam. Kawasan konservasi merupakan salah satu fungsi hutan yang memiliki ciri khas tertentu, dan mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

“Untuk itu peran serta masyarakat adalah salah satu instrumen penting yang harus disertakan. Peran serta masyarakat dapat melibatkan masyarakat adat, masyarakat lokal. Maupun lembaga swadaya masyarakat,” ujar Agus.

(Rls/Red)

Tinggalkan Komentar Anda