Perjalanan Inspiratif Menuju Perguruan Tinggi

348
Aktivis IMM Nanang Nurhidayat
Aktivis IMM Nanang Nurhidayat

Sebatin.com, Bandar Lampung – Melirik kisah perjuangan awal masuk di dunia perguruan tinggi, agustus 2017 adalah waktu dimana genderang lonceng di lantunkan dengan indah, menggema diseluruh plosok negeri, mahasiswa baru berjibaku dengan dinamika kampu, lingkungan baru, suasana baru dan bersama guru kehidupan yang baru.

Kisah perjalanan inspiratif dari cerita kakak tingkat telah terdengar membakar semangat meneriakan teriakan siap berjuang untuk kehidupan yang semakin lebih baik, Agent of change,Iron stock and Social control. Angan baru terbuka dengan luas, kobaran serta gejolak jiwa sebagai anak muda tak terbendung lagi, berduyun-duyun menata impian, berjuang untuk sebuah cita-cita besar.

Suatu wadah yang bernama Organisasi tampil menarik sebagai tujuan awal dalam proses pencapaian mimpi. Hampir seluruh mata menatap tajam sudut yang menjadi pilihan, berlari merebut momentum untuk menjadi yang terbaik didalamnya, satu-persatu keguguran akan mulai diterima setiap individu yang menerima tertundanya keberhasilan.

Kecewa, marah, benci, kesal dan diam pasrah menjadi penghias insan yang sedang tertunda keberhasilannya, keputusan untuk berjuang menjadi yang terbaik diatara yang lain membulat di sanubari yang gugur meneriakan “Aku belum menyerah, masih banyak kesempatan untuk bangkit, berjuang lagi, sukses adalah harga mati”  perjalanan dengan penuh peluh keringat kembali dimulai.

Berjuang, berjuang dan berjuang lagi, itulah jati diri anak muda dengan penuh keseriusan, menyusun strategi, membaca teori catatan keberhasilan dan mengetahui apa itu kegegalan sebagai proses menuju keberhasilan yang tertunda.

Sukses akan ditemui pada waktu yang tepat, momentum yang tepat dan kesiapan yang matang, tugas anak muda hari ini adalah berjuang dan terus berjuang demi angan yang telah dibayangkan sebelum melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah bersama doa kedua orang tua. Insan baru penghias ruang kelas bangku kuliah.

Penulis : Nanang Nurhidayat (aktivis IMM dan penulis cerpen)

(S05)

Tinggalkan Komentar Anda