Perkembangan Zaman Pengaruhi Tradisi Kopdaran

502
Perkembangan Zaman Pengaruhi Tradisi Kopdaran
Foto bersama pengurus Association Motor Community Indonesia (AMCI) Kota Metro. (Dok. AMCI)

Sebatin.com, Kota Metro – Malam Minggu merupakan malam yang dinantikan bagi kalangan komunitas, khususnya komunitas bermotor.

Komunitas yang terjalin melalui hobi ini sangat banyak diminati, dari yang muda hingga lanjut usia. Penyebarannyapun merata hingga pelosok Nusantara dengan beragam ciri khas dan polanya.

Di Kota Metro, tradisi silaturahmi di malam minggu diaplikasikan dengan kegiatan rutin, yaitu Kopi Darat (Kopdar) atau berkumpul di tempat yang telah ditentukan.

Divisi touring Association Motor Community Indonesia (AMCI) cabang Kota Metro David Gustiawan mengatakan, pola silaturahmi yang dilakukan komunitas motor di Kota Pendidikan ini sudah ada sejak belasan tahun silam.

“Kalo tradisi kopdar tiap malam minggu di Metro ini telah ada sejak belasan tahun yang lalu, dari jamannya senior-senior saya. Kopdar di malam minggu itu umum dilakukan di kalangan komunitas. Ya tujuannya untuk silaturahmi karena seminggu beraktivitas dan jarang ketemu dengan anggota komunitas yang lain, pas moment kaya gini bisa ketemu. Sambil bawa anak istri seru-seruan kumpul sama teman-teman,” ucapnya saat dijumpai Sebatin.com di Sekretariat AMCI Kota Metro, Jl. Flores, Kel. Ganjar Agung Kec. Metro Barat, Sabtu (11/03/2017).

Perkembangan Zaman Pengaruhi Tradisi Kopdaran 2
Divisi touring Association Motor Community Indonesia (AMCI) cabang Kota Metro David Gustiawan. Foto: Arby – Sebatin.com

David juga menilai, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, tradisi silaturahmi semua komunitas motor di Kota Metro dengan melakukan kopdar gabungan berangsur memudar.

“Ya ada pasti yang berubah tapi kalo kaya kita ini maklum juga, karena faktor berjalannya waktu dan perkembangan zaman. Kalo dulu mah semua komunitas motor di Metro ini kompak, mudah koordinasi dalam banyak hal, contohnya kopdar gabungan, touring bersama, pengondisian tamu dan lain-lain, tapi kalo sekarang udah sulit mau kaya gitu lagi karena di Metro sudah banyak sekali komunitas,” ujarnya.

Pengurus AMCI preode 2016-2018 ini juga mengharapkan tradisi untuk menjalin silaturahmi dan kemudahan berkordinasi dapat kembali di rasakan tanpa adanya perbedaan.

“Ya harapannya komunitas motor di Metro bisa kompak, bisa kopdar bareng dan mudah lah kalau koordinasi. Yang jelas pake prinsip beda tapi satu, walaupun berbeda tapi tetap satu bikers Indondesia, dan utamanya adalah keselamatan berkendara dan menjadi pelopor pariwisata untuk Kota Metro,” harapnya.

(Arby)

Tinggalkan Komentar Anda