Perusahaan Tak Berizin di Metro Timur Terbakar

493
Perusahaan Tak Berizin di Metro Timur Terbakar
Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro dibantu warga berusaha memadamkan api di lamtai 2 kantor OD. Sriwijaya Tehnik, Senin (6/3/2017). Foto: Arby - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Waspada bagi masyarakat Kota Metro yang hendak memasang tabung gas, pasalnya kebakaran baru saja terjadi di sebuah rumah dan toko (Ruko) penyedia aksesoris gas elpiji, di Jalan Krakatau No. 95 E, RT 05 RW 03, Kelurahan Iringmulyo, Metro Timur, Senin pagi tadi (06/03/2017).

Dari data yang berhasil dihimpun, Kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 07.15 WIB di sebuah kantor OD. Sriwijaya Teknik yang bergerak di bidang penyedia aksesoris gas Elpiji.

Bermula ketika pihak kantor tersebut sedang melakukan latihan bongkar pasang regulator gas oleh karyawan di lantai dua kantor setempat, pada saat itu terdapat kebocoran pada bagian bawah regulator tabung gas. Tanpa disadari, api dari kompor yang masih menyala merambat hingga ke bagian selang, kemudian membakar papan tulis dan tembok di lantai dua kantor tersebut.

Beruntung api tidak merambat hingga ke bagian gedung lainnya, karena karyawan dibantu dengan dua unit pemadam kebakaran (Damkar) satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Metro berhasil memadamkan api sebelum membesar. Beruntung pula tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian di taksir jutaan rupiah.

Perusahaan Tak Berizin di Metro Timur Terbakar 2
Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan guna memadamkan api. Foto: Arby – Pratama

Sementara itu saat di konfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Sat Pol PP Kota Metro Hasan mengungkapkan, peristiwa kebakaran tersebut murni kelalaian pihak perusaahan, selain itu perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan aksesoris gas tersebut juga diduga tidak berizin karena tidak dilengkapi selembarpun surat izin operasi.

“Ini kesalahannya daripada pemilik tabung gas, yang pertama dia memasukan barang itu nggak masuk, ternyata percikan apinya keluar, kedua setelah ditelusuri ternyata izin usahanya tidak ada sama sekali, nah saya perintahkan kepada bawahan supaya diteliti dan dipelajari di mana izin mereka itu,” ungkapnya saat diwawancarai Sebatin.com di ruang kerjanya, Senin (06/03/2017).

Hasan juga mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan memberikan surat pemberhentian sementara operasional perusahaan tersebut hingga perusahaan tersebut mengantongi izin beroperasi di Kota Metro.

“Kalo untuk perizinannya nanti kami tindak lanjuti sesuai dengan aturan, kami ambil tindakan tegas supaya diberhentikan dulu, stop! Sampai dengan proses perizinannya keluar sesuai dengan SOP yang ada,” paparnya.

(Arby)

Tinggalkan Komentar Anda