Polres Metro Bongkar Makam Helen

1649
Jasad-Helen-di-Kamar-Jenazah-RSUD-Ahmad-Yani-Kota-Metro
Jasad Helen saat di Kamar Jenazah RSUD Ahmad Yani. Foto : Ade Embun - Sebatin.com

Sebatin.com – Pihak keluarga Helen (15) gadis belia yang ditemukan tewas tertelungkup dan tertutup lumpur di saluran irigasi Hadimulyo Barat, Metro Pusat, pada Kamis, 28/07/2016) lalu, akhirnya pasrah. Pasalnya, guna penyelidikan lebih lanjut jajaran Polisi Resort (Polres) Metro memerlukan pembongkaran makam Helen yang dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Sabtu (30/07/2016), guna pelaksanaan otopsi pada jasad Helen.

Diketahui sebelumnya pihak keluarga korban tidak menginginkan adanya otopsi pada jasad Helen, dikarenakan pihak keluarga sudah mengikhlaskan dan ada perasaan tidak tega.

“Sebenarnya keluarga tidak mau jenazah diotopsi. Keluarga pasrah dengan tindakan hukum polisi saja. Tapi karena keluarga yang di Jakarta minta diotopsi, makanya makamnya dibongkar,” ungkap David, paman korban.

Sementara itu Kapolres Metro AKBP Rali Muskitta menuturkan, bahwa proses otopsi yang dilakukan sore tadi sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab kematian korban. Serta untuk mencari fakta medis tentang kondisi yang terjadi pada korban sebelum meninggal.

Proses penggalian makam dibantu warga dan disaksikan oleh pihak keluarga dengan pengawasan ketat pihak kepolisian Polres Metro. Setelah diangkat dari makamnya, jasad siswi kelas 2 SMP YPI Kota Metro tersebut dibawa polisi dan Tim DVI Polda Lampung ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro untuk dilakukan otopsi.

“Demi kelancaran serta untuk mempercepat pelaksanaan proses otopsi, jasad korban kita bawa ke RSUD A Yani Metro,” terang Rali Muskitta.

Rali Muskitta menjelaskan, hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan upaya penyelidikan seperti memanggil serta meminta keterangan beberapa saksi. Juga, mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian untuk mencari titik terang kasus tersebut. Jika dari awal keluarga korban menyetujui dilakukannya otopsi, hasilnya pasti dapat sedikit membantu memberikan kejelasan atau titik terangnya.

“Yang jelas motif pembunuhan Helen itu belum diketahui pasti. Sebenarnya kalau ada hasil otopsi dapat membantu, namun apapun halnya kita tetap terus bergerak dalam mengungkap kasus ini,” tandasnya.

Kapolres menambahkan, bahwa masih akan ada penambahan saksi-saksi dari pihak keluarga korban, teman dekat, hingga teman sekolahnya. Saksi-saksi tersebut diharapkan dapat membawa titik terang, sehingga pihak kepolisian akan cepat menemukan pelaku yang diduga pembunuhan tersebut.

“Untuk barang bukti saat ini sudah ada, namun akan tetap kami gali bukti-bukti lainnya termasuk dari para saksi ini,” tutupnya.

(Red)

Tinggalkan Komentar Anda