Polres Metro Lakukan Transparansi Terkait DIPA T.A. 2017

492
Polres Metro Lakukan Transparansi Terkait DIPA T.A. 2017
Wakil Kepala Kepolisian Resor kota Metro, Kompol. Derry Agung Wijaya, S.IK., S.H., M.H. Foto: Arb - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Awal 2017 merupakan hal yang penting bagi setiap instansi maupun institusi. Perencanaan penggunaan anggaran yang tepat dapat menjadi acuan dalam memantau setiap oprasional pekerjaan.

Berdasarkan data yang dirilis Sekretariat kabinet Republik Indonesia, Kepolisian Negara RI direncanakan memperoleh anggaran sebesar Rp. 72.436,8 triliun pada RAPBN tahun 2017. Anggaran tersebut dialokasikan untuk program pemberdayaan potensi keamanan dengan indikator kinerja.

Di Kota Metro, Kepolisian Resor Kota Metro menyediakan anggaran yang fantastis untuk belanja pegawai. Tidak tanggung-tanggung sebanyak 42 Miliar atau 80% dari Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Polres Kota Metro 2017 yang disediakan.

Angka tersebut dikatakan Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Metro, Kompol. Derry Agung Wijaya dalam wawancara kepada awak media di ruang kerjanya usai sosialisasi DIPA Polres Metro 2017 di aula Gedung Deviacita Polres setempat, Rabu (04/01/2017).

Derry mengatakan, DIPA yang diterima Polres Metro Tahun Anggaran (TA) 2017 sebesar Rp. 43.536.307.000,- (Empat puluh tiga miliar lima ratus tiga puluh enam juta tiga ratus tujuh ribu rupiah) dengan rincian Rupiah Murni sebesar Rp. 41.032.261.000,- dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) sebesar Rp. 2.504.046.000,- dan 80% dari total anggaran tersebut diperuntukkan untuk belanja pegawai.

Polres Metro Lakukan Transparansi Terkait DIPA T.A. 2017 2
Rincian DIPA Polres Metro Tahun Anggaran 2017. Foto: Arb – Sebatin.com

“Ada beberapa item ya yang terjadi peningkatan dari oprasional, namun secara spesifik, ya mungkin ada datanya tersendiri karena saya tidak hafal itu jumlahnya. Yang pasti tetap didominasi oleh biaya belanja pegawai ataupun gaji, jadi dana yang diterima Polres Metro lebih dari 80% berhubungan dengan belanja pegawai ataupun gaji,” ucapnya.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi jajaran Kepolisian Resor Kota Metro, dengan tujuan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan sehingga tercipta rasa tanggung jawab kepada negara.

“Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan ataupun adanya tidak sesuai peruntukan, ataupun tidak sampai pada tujuannya, jadi disampaikan sosialisasi ini kepada seluruh anggota di depan Kepala Satkernya, sehingga para Kasatkernya akan lebih bertanggung jawab dan diharapkan transparansi dalam penyampaian kepada anggota. Sehingga, dapat mempertanggungjawabkan kepada negara,” ungkap Waka Polres Kota Metro.

Sementara, saat disinggung tentang hak akan jaminan kesehatan para tahanan di Polres setempat, Derry menyampaikan, pihaknya tetap melakukan pengecekan kesehatan sebanyak tiga kali dalam seminggu.

“Ya untuk tahanan sesuai dengan hak-haknya, kita tetap memperhatikan kesehatannya, dalam seminggu itu ada tiga kali dilakukan pengecekan, karena kebetulan kita ada Bidokes ya, ataupun Dokes di setiap Polres. Dalam hal ini Polres ada kendaraannya tersendiri kemudian ada peralatannya, kemudian ada tenaga medis, baik dari Polri sendiri ataupun PNS, ataupun ada dokter yang sudah dilakukan kerjasama untuk melakukan pengecekan, sehingga perminggunya tetap ada. Dan bila memang butuh perawatan bisa dilakukan,” ucapnya.

Derry juga mengharapkan, penggunaan anggaran tersebut dapat dipergunakan secara optimal dan transparan, serta jajaran Kepolisian dapat semakin meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kami berharap supaya dengan uang yang ada dapat dipergunakan secara optimal, transparan, dan kemudian pelayanan terhadap masyarakat semakin ditingkatkan, karena uang itu berasal dari masyarakat,” harapnya.

(Arb)

Tinggalkan Komentar Anda