Polsek Seputih Surabaya Berhasil Ungkap Kasus Pemerasan Yang Melibatkan Oknum LSM

354
Polsek Seputih Surabaya Berhasil Ungkap Kasus Pemerasan Yang Melibatkan Oknum LSM
Kapolsek Seputih Surabaya AKP Jafril (tengah) bersama jajaran dan kedua tersangka pemerasan, dalam ungkap kasus di Polsek Seputih Surabaya, Rabu (21/06/2017). Foto : Rls

Sebatin.com, Lampung Tengah – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Seputih Surabaya berhasil menggelar ungkap kasus Ops Ramadniya 2017, terkait peristiwa pemerasan yang menimpa Lukman bin Ikin (42) warga Dusun VI Kampung Sumber Agung Kecamatan Bandar Surabaya.

Kapolsek Seputih Surabaya AKP Jafril menjelaskan, peristiwa ini diawali oleh tindakan kedua tersangka, yaitu ES (37) warga Jalan Jendral Sudirman Gang Pelangi Kelurahan Kota Gapura Kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara yang mengaku sebagai salah satu oknum LSM dan YS (42) warga Desa Bandar Dewa Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat yang mengaku sebagai salah satu oknum karyawan Dinas Perikanan Lampung Tengah, mendatangi korban dan meminta uang senilai 150.000 rupiah, dengan dalih bahwa korban telah melakukan kesalahan berupa kegiatan penyetruman ikan di sungai. Keduanya mengancam, apabila korban tidak menuruti keinginannya tersebut, maka korban akan di tangkap dan di proses secara hukum. Karena merasa salah dan terancam, korban akhirnya memberikan uang sesuai dengan yang di minta oleh kedua tersangka. Setelah kejadian korban segera melapor kepada kepala kampung, yang kemudian diteruskan dengan laporan kepada Polsek Seputih Surabaya.

“Berdasarkan laporan tersebut akhirnya saya (Kapolsek) bersama Kanit Reskrim dan anggota segera meluncur ke lokasi guna melakukan penangkapan pelaku pemerasan. Dalam penangkapan tersebut pihak kami berhasil mendapatkan barang bukti berupa uang senilai 50.000 rupiah. Kedua tersangka mengaku itu adalah uang sisa, dan 100.000 rupiah telah digunakan untuk makan keduannya”, jelas AKP Jafril, Rabu (21/06/2017).

Situasi pengamanan tersangka pada saat itu berjalan dengan aman dan kondusif tanpa adanya perlawanan. Dari perbuatannya tersebut kedua tersangka di kenakan perkara Tindak Pidana Pemerasan dengan pasal 368 KUHP Pidana dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara, tutupnya.

(Rls/Red)

Tinggalkan Komentar Anda