Ponpes Al Muhsin Gelar Silaturahmi dan Tabligh Akbar

20
Ponpes Al Muhsin Gelar Silaturahmi dan Tabligh Akbar mengusung tema 'Mari Pererat Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018'. Foto : Red

Sebatin.com, Kota Metro – Mengusung tema Mari Pererat Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhsin menggelar Silaturahmi dan Tabligh Akbar di Masjid Syamlan, Kampus Putra Jalan Badak Kelurahan Purwoasri Kecamatan Metro Utara, Selasa (27/3/2018).

Ustaz Ahmad Nur Wahid, S.Pd.I., Direktur Ponpes tersebut, yang juga sekaligus penceramah pada tabligh akbar mengatakan, Iman menurut Ahli Sunah adalah diamalkan dengan lisan, keyakinan dalam hati, dan mengamalkan dengan seluruh anggota badan. Iman juga bisa bertambah dan berkurang (Fluktuatif).

”Allah SWT mengibaratkan orang beriman seperti Lebah, dimana lebah itu apabila makan, maka akan makan makanan yang baik-baik saja, dan apa yang dikeluarkan lebah itupun akan mengeluarkan yang baik pula. Bahkan jika lebah hinggap di dahan untuk menghisap sari, maka lebah tidak akan mematahkanya. Itulah orang beriman,” jelas dia.

Dimanapun berada umat Islam yang beriman, lanjutnya, ia tidak akan merusak. Namun, umat Islam akan selalu membawa kebaikan dimanapun ia berada. Apabila ada seorang mukmin yang merusak, kata Ustaz Ahmad Nur Wahid, mungkin keimananya sedang turun, karena umat Islam adalah umat yang Rahmatan Lil’Alamin.

”Dalam Islam pun mengatur akhlak manusia saat berhubungan dengan sesama manusia, mahluk hidup lain, dan orang yang sudah mati. Jadi pada intinya, umat Islam yang beriman tidak akan merusak dan memecah belah persatuan dan kerukunan sesama umat dan antar umat beragama,” tegasnya.

Drs. Usman, Camat Metro Utara dalam sambutannya menjelaskan, Ponpes Islam Al-Muhsin sudah lama berdiri di Kecamatan Metro Utara. Kebaradaan Ponpes tersebut sangat memberikan manfaat pengetahuan agama kepada generasi muda. Ponpes Al Muhsin juga merupakan salah satu wadah yang memberikan pendidikan Islam kepada generasi muda, untuk menjadi generasi penerus bangsa yang pintar namun berakhlaq.

”Saya beraharap kedepannya, Ponpes Al Muhsin lebih maju, dapat terus menjalin dan mendukung program pemerintah. Juga bisa membuka diri dengan warga sekitar, agar keharmonisan bersama warga masyarakat sekitar terus terjaga,” tuturnya.

“Kepada para santri, saya berpesan untuk terus menjaga sikap dan prilaku yang baik, jalani keinginan orang tua yang telah mengirim kalian ke Pondok Pesantren ini. Semoga apa yang menjadi do’a orang tua dapat terwujud. Sehingga adik-adik bisa mengapai cita-cita juga dapat bermanfaat bagi sesama, negara, dan yang terpenting bermanfaat bagi agama,” tambahnya.

Menutup tabligh akbar, Kepala Kesbangpol Metro, Nur Elman, S.H., menyampaikan bahwa Pondok Pesantren berperan besar bagi kemerdekaan Indonesia. Sejarah juga mencatat bagaimana para santri berjuang meraih kemerdekaan bersama para pahlawan. Karena itu, ia yakin suhu politik yang mulai memanas menjelang Pilgub Lampung 2018 ini, akan mempengaruhi Ponpes Al Muhsin yang terus menjunjung Ukhuwah Islamiyah.

”Saya mengimbau kepada santri dan masyarakat bahwa jangan sampai karena berbeda pilihan, akan memecah atau memutus tali silaturahmi. Para santri juga dapat lebih berhati-hati terhadap berita hoax yang saat ini sering muncul di dunia maya. Jangan mudah percaya dengan berita hoax, sehingga ikut menyebarkanya. Karena, dengan berita hoax bisa menyebabkan terjadinya perpecahan antar umat, bahkan negara,” pesanya.

Memasuki tahun politik, lanjut dia, Ponpes biasanya menjadi sasaran dari para pencari suara pada moment Pilkada dan Pemilu dengan memberikan berbagai bantuan. Namun ia juga berpesan agar tetap dapat menggunakan hak pilih sesuai hati nurani, demi kemajuan Provinsi Lampung.

”Sesuai tema kegiatan kita kali ini yaitu, Mari Pererat Toleransi dan Kerukunan Antar Umat Beragama Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Tahun 2018, saya berharap kita sebagai umat Islam tetap menjaga kerukunan sesama umat dan antar umat beragama.

“Beda pilihan itu biasa, jangan sampai merusak tali silaturahmi apalagi sampai memutus persaudaraan,” tutupnya.

(Red/Add)

Tinggalkan Komentar Anda