Potong Betina Produktif dan Siksa Hewan Ternak Terancam Pidana

309
Potong Betina Produktif dan Siksa Hewan Ternak Terancam Pidana
Kepala UPT RPH dan Laboratorium Kesmavet Kota Metro Ir. Rais saat diwawancarai Sebatin.com. Foto: Hendra - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Potong Hewan (RPH) dan Laboratorium Kesmavet Kota Metro meminta para belantik sapi agar mengikuti aturan yang ada, yakni tidak memotong sapi yang dalam masa produktif.

Kepala UPT RPH dan Laboratorium Kesmavet Kota Metro Ir. Rais menuturkan, ternak betina produktif dilarang dipotong. Ini, diatur dalam UU No 41 tahun 2014 pasal 18 ayat 4 dengan ancaman pidana paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun serta denda paling sedikit 100 juta dan paling banyak 300 juta.

“Kenapa ternak betina produktif dilarang dipotong. Karena populasi ternak betina produktif semakin berkurang. Jadi, nanti kalau terus dipotong, ditakutkan akan habis,” tuturnya.

Ciri sapi betina produktif sendiri, kata dia, adalah sapi yang telah melahirkan kurang dari 5 kali atau berumur di bawah 8 tahun. Atau sapi atau kerbau betina yang berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan memiliki organ reproduksi normal.

“Biasanya sapi betina itu di culanya itu ada 5 tanda melingkar. Itu baru boleh dipotong,” katanya.

Selain itu, bagi para agen yang menyembelih hewan di luar untuk diedarkan di pasaran, wajib dipotong di RPH.

“Sekarang kita tegas. Ini kan juga untuk melindungi konsumen. Karena hewan yang dipotong di luar tidak tahu apakah terserang bakteri atau tidak. Dan ini juga sudah ada aturannya, yaitu UU No. 41 tahun 2014 pasal 61 dan Perda Kota Metro No. 7 tahun 2015 pasal 36,” paparnya.

Selain itu, tambahnya, hewan ternak juga dilarang disiksa. Pasalnya, bagi pemilik hewan yang ketahuan menyiksa hewan bisa diancam pidana.

“Dan bagi masyarakat yang melihat penyiksaan hewan bisa melaporkan ke pihak berwajib sesuai dengan UU No. 41 tahun 2014 pasal 66A,” tutupnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda