Puisi: Cintakah Kau Padaku | Karya Breshifa Ame

279
Puisi: Cintakah Kau Padaku | Karya Breshifa Ame
(Ilustrasi)

Sebatin.com – Judul puisi “Cintakah Kau Padaku” buah karya Breshifa Ame.

Cintakah Kau Padaku

Malam yang begitu dingin.
Tentang hati biru merabu.
Kuingat sekumpulan ucapmu bergejolak.
Aku sadar.
Kita dalam ruang berbeda.

Cuaca menangis.
Gerimis langsir seperti air mata.
Paviliun rumah sakit kini buai perihku.
Ada demam, jantung yang meradang, bahkan
perasaan yang hilang!
Hanyut terbawa rintik.

Si gadis berbaju putih menolong.
Selembar kertas tak sempurna ini buktinya.
Kini kudapat lampiaskan penat di sini.
Aku merindumu…
Kapan pertemuan itu terbilang lagi?

Aku teringat masa lalu.
Saat kulepas dirimu di bibir bandara.
Benar, aku tersesat di mata indahmu.
Namun itupun segera hilang.

Kini kau kembali hadir warnai nafasku.
Ruhku pun tak lagi kerdil tanpa konstanta.
Aku menggapai kulminasi impian.
Bersamamu…
Meski semirip semu tak bergelegar!
Aku dan kau masih dalam ruang berbeda.

Bagiku, segenap janjimu seperti sorga.
Ketika malam jadikanmu gemintang.
Saat itu kurelakan diri ini berwujud kegelapan.
Karena aku yakin…
Bintang ta’kan bisa bercahaya terang, tanpa
kegelapan menyertainya.

Ough…!!!
Akankah kelak kau buka hati? dan
sepasang kaki indahmu berjalan di halaman rumahku.

Tapi…
Kenapa saat ini kau ciptakan sakit untukku?
Dosakah aku yang bertanya?
“Cintakah kau padaku?”
Selalu ada teka-teki.
Tolong! Jangan permainkan perasaanku.
Dinding rumah sakit ini begitu dingin, sayang!

Kini aku cuma bisa pasrah.
Semoga kecantikan hatimu, sebanding
paras jelitamu.
Semoga saja demikian….

Tinggalkan Komentar Anda