Puisi: Para Semut | Karya Al Hadeed

405
Puisi: Para Semut | Karya Al Hadeed
(Ilustrasi)

Sebatin.com – Judul Puisi: Para Semut | Karya Al Hadeed

Para Semut

Bukan mudah
memecah karang sendirian
dengan kedua tangan pemberian Tuhan ini
yang lebih sering digunakan untuk bermunajat kepada-Nya
apalagi bila dilakukan oleh anak-anak kecil
atau yang belasan tahun
bukan mudah

Aku melihatnya
persis sekali
seperti sekumpulan semut yang terperangkap di jaring
laba-laba ini
tepat di depan mataku
duhai, hari hampir selesai
dan mereka belum juga bebas, lepas
dari perangkap itu
sementara keringat terus-menerus mengucur
laksana hujan yang awet, berjam-jam,
semalam suntuk
ah, apa mungkin semut-semut ini telah terjerat
sejak lama?

Semut-semut itu buta
jelas
apa mereka tidak melihat
bahwasanya tepat di atas mereka,
beranak-pinak, bercucu-cicit
laba-laba
yang di sekujur tubuh mereka
bertotol-totol hitam jahat
buruk
rupa

Semut-semut itu
masing-masing merusak jaring
di bagian masing-masing
tak bekerja sama!
bahkan seperti tak mengenal satu
sama lain
mereka naif sekali
bukan mereka tak mampu
bukan tak kuat
tapi di saat mereka hampir berhasil
merusak perangkap itu
maka para laba-laba di atas mereka
langsung menambalnya
lebih kuat
lebih tebal

Daun-daun melengkung
laksana mangkuk abang bakso
ditaruh tepat di bawah semut-semut itu
isinya air
keringat
semut-semut itu
para laba-laba menyerap nutrisi
dari cairan itu
mungkin bahan baku
atau vitamin untuk membuat jaring-jaring mereka
yang diandalkan untuk membangun istana megah
dan ampasnya
mereka hujankan ke semut-semut pekerja itu
yang tengah dan terus
berusaha
untuk lepas dan bebas
dari perangkap
mana ada lagi nutrisinya!

Cepat atau lambat
semua tergantung daya tahan
semut-semut itu
setelah itu
mereka selesai
selesai
selesai!

Belakang rumah, 7 Maret 2017

Tinggalkan Komentar Anda