Puluhan Napi Narkoba dan Petugas Lapas Kelas II A Metro Diperiksa

1104
Puluhan Napi Narkoba dan Petugas Lapas Kelas II A Metro Diperiksa
Puluhan Narapidana Kasus Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Metro melakukan tes HIV/Aids di aula lapas setempat, Rabu (15/03/2017). Foto: Arby - Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Sebanyak seratus orang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Metro diperiksa Tim Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro di aula Lapas setempat, Rabu (15/03/2017).

Pemeriksaan tersebut merupakan rangkaian dari penyuluhan kesehatan dan mobile VCT HIV/Aids yang dilakukan oleh KPA dan Dinkes Kota Metro.

Pemeriksaan dan pengambilan sampel darah yang difokuskan kepada delapan puluh narapidana kasus narkoba, dan dua puluh petugas lapas tersebut, merupakan upaya menghambat penyebaran virus HIV/Aids di dalam Lapas.

Puluhan Napi Narkoba dan Petugas Lapas Kelas II A Metro Diperiksa 2
Puluhan petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Metro melakukan tes HIV/Aids di aula lapas setempat, Rabu (15/03/2017). Foto: Arby – Sebatin.com

Sekretaris KPA Kota Metro Ahmad Haryono menjelaskan, pemeriksaan darah terhadap napi dan petugas lapas ini menyusul adanya temuan KPA terkait 54 warga Kota Metro yang positif terjangkit virus HIV/Aids berdasarkan data 2016 lalu.

“Saat ini di Kota Metro kan sudah ada 54 kasus yang terjangkit HIV/Aids, kalau dilihat dari sisi jumlah penduduk di Kota Metro, presentasi itu tinggi dari jumlah penduduk yang hanya 150 ribu. 28 diantaranya itu sudah meninggal dan sekarang masih ada 26 yang tersisa dan masih hidup di Kota Metro. Target kita adalah tidak ada pertumbuhan lagi dari jumlah 26 itu, walaupun kita prediksi masih ada. Karena HIV ini kan seperti fenomena gunung es yang muncul di permukaan hari ini 54, tapi kami punya keyakinan di bawah ini masih cukup banyak,” jelasnya saat diwawancarai Sebatin.com di Lapas Kelas II A Kota Metro, Rabu (15/03/2017).

Ahmad juga menargetkan, pemeriksaan dan sosialisasi di lapas tersebut dapat memberikan pemahaman akan proses penyebaran virus HIV/Aids, karena dinilai lapas tersebut termasuk kelompok yang memiliki resiko tinggi penularan virus mematikan itu.

“Targetnya di lapas ini, warga binaan faham tentang proses penularan HIV/Aids bagi warga binaan, karena lapas ini termasuk kelompok risti, atau resiko tinggi dalam proses penularan HIV/Aids,” ucapnya.

Sementara meski hasil tes belum keluar, pihak lapas akan terus melakukan pemantauan terhadap para napi serta pemeriksaan tersebut diutamakan pada napi yang tersandung kasus narkoba.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kota Metro Teguh Wibowo mengharapkan, seluruh narapidana dan petugas lapas di wilayah kewenangannya tidak terjangkit virus HIV/Aids tersebut.

“Untuk tes darah ini kita melibatkan 100 orang dengan petugas, jadi narapidana 80 orang dan petugas 20 orang. Harapannya, semoga mereka tidak terindikasi dengan HIV, ini salah satu pencegahan, karena di sini ngumpul orang banyak dan latar belakang yang berbeda, terutama yang kita fokuskan pada narapidana kasus narkoba. Dengan kerjasama dengan pemerintah daerah khususnya dinas kesehatan, supaya kalau memang ada yang terjangkit kita bisa mengatasinya sedini mungkin,” Kata Teguh saat diwawancarai Sebatin.com usai mengikuti tes darah, Rabu (15/03/2017).

(Arby)

Tinggalkan Komentar Anda