Radar Cuaca Sebagai Deteksi Dini Bencana

511
Radar Cuaca Sebagai Deteksi Dini Bencana
(Ilustrasi)

Sebatin.com – Setelah beberapa waktu mengalami permasalah teknis, Radar cuaca BMKG Lampung telah kembali beroperasi. Radar cuaca yang terletak di Tegineneng Branti ini mampu mengcover seluruh wilayah Lampung dengan baik. Alat ini dapat merepresentasikan kondisi perawanan yang ada di Lampung secara rinci sehingga lokasi potensi hujan dapat dipetakan dengan mudah.

Radar cuaca merupakan alat bantu prakirawan dan juga pengamat untuk mengamati cuaca secara khusus berupa hujan, awan, arah, dan kecepatan angin dalam radius yang cukup luas hingga ratusan kilometer (tergantung panjang gelombang yang digunakan) dengan resolusi ± 300m. Luaran dari radar cuaca berupa gambar yang dapat di interpretasikan atau dianalisa hingga menghasilkan suatu informasi yang berguna untuk pelayananan meteorologi baik di bandara maupun seluruh masyarakat di lokasi terkait.

Citra radar cuaca menggambarkan potensi intensitas curah hujan yang dideteksi oleh radar cuaca. Pengukuran intensitas curah hujan (presipitasi) oleh radar cuaca berdasarkan seberapa besar pancaran energi radar yang dipantulkan kembali oleh butiran-butiran air di dalam awan dan digambarkan dengan produk reflectivity yang memiliki besaran satuan dBZ (decibel). Makin besar energi pantul yang diterima radar maka makin besar juga nilai dBZ, dan semakin besar nilai dBZ reflectivity menunjukkan intensitas hujan yang terjadi semakin besar.

Radar tidak hanya mampu menangkap banyaknya butir air di dalam hujan, radar cuaca juga mampu menggambarkan serangga, burung, salju, dan sebagainya yang ada di atmosfer. Radar cuaca juga mampu menampilkan ketinggian puncak dan dasar awan yang sedang tumbuh berkembang, pada saat pembedahan awan inilah seorang prakirawan dapat mengambil keputusan untuk membuat peringatan dini cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi dalam waktu 2 jam kedepan.

Peringatan dini dari hasil pantauan citra Radar dapat menggambarkan kondisi cuaca hingga seluruh Kecamatan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Deteksi indikasi puting beliung salah satunya yang dapat diamati dengan Radar cuaca yang kita miliki, tentunya dengan ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada seluruh masyarakat Lampung.

Selain puting beliung indikasi hujan es juga dapat diamati dengan bantuan Radar cuaca saat ini, hujan es dihasilkan dari Awan Cumulunimbus dengan nilai reflectivity yang tinggi hingga lapisan diatas 7 Km tentunya dapat merusak hingga mencelakakan masyarakat yang sedang berada diluar rumah. Kami dari BMKG Lampung akan senantiasa memberi peringatan jika terjadi indikasi puting beliung atau bahkan hujan es dengan bantuan Radar cuaca yang ada sekarang.

Masyarakat dan juga instansi terkait diharapkan lebih memperhatikan kondisi perubahan cuaca yang ada disekitar kita agar dampak kerusakan yang ditimbulkan dari cuaca buruk dapat diminimalkan. Potensi hujan lebat di wilayah Lampung masih akan terjadi hingga bulan Maret kedepan dan berangsur berkurang mulai bulan April.

Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Lampung Esok Hari 2Penulis: Ramadhan Nurpambudi
Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten Lampung

Tinggalkan Komentar Anda