RAPBD-P Kota Metro Tahun 2018 Resmi Disahkan

2
RAPBD-P-Kota-Metro-Tahun-2018-Resmi-Disahkan
DPRD Kota Metro Resmi Mengesahkan RAPBD-P Kota Metro 2018 Menjadi Perda.

Sebatin.com, Kota Metro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mengesahkan Raperda APBD-P 2018 menjadi Perda pada Rapat Paripurna, yang di laksanakan di Ruang Sidang DPRD setempat, Senin (17/9/18).

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD Metro, Nuraida mengatakan, struktur APBD-P Kota Metro 2018 mengalami defisit sebesar Rp 77.576.323.764 dari anggaran sebelumnya yang sebesar Rp 27.256.727.983 menjadi Rp 104.833.051.747 atau 284,6 persen.

Defisit tersebut dipengaruhi oleh anggaran pendapatan dan belanja Kota Metro. Dimana, anggaran pendapatan mengalami kenaikan sebesar Rp 1.700.434.613 dari anggaran awal sebesar Rp 868.033.631.415 menjadi Rp 869.734.066.028 atau sebesar 0,2 persen.

Rincianya, PAD mengalami kenaikan sebesar Rp 3.866.513.514 dari anggaran awal sebesar Rp 136.386.374.028 menjadi Rp 140.252.887.542 atau sebesar 2,8 persen. Sedangkan pada dana perimbangan mengalami penurunan sebesar Rp 2.166.078.901 dari anggaran awal sebesar Rp 637.045.109.000 atau sebesar 0,3 persen.

“Belanja tidak langsung dan belanja langsung mengalai kenaikan sebesar Rp 79.276.758.377 dari anggaran semula sebesar Rp 895.290.359.398 menjadi Rp 974.567.117.775 atau sebesar 8,9 persen. Rincianya, belanja tidak langsung mengalami kenaikan sebesar Rp 5.341.282.378 dari anggaran Rp 372.127.345.230 menjadi Rp 377.468.627.608 atau sebesar 1,4 persen. Dan belanja langsung mengalami kenaikan sebesar Rp 73.935.4759.999 dari anggaran semula sebesar Rp 523.163.014.168 menjadi Rp 597.098.490 atau sebesar 14,1 persen,” terang Nuraida.

Namun, defisit tersebut dapat tertutupi oleh sektor pembiayaan. Dimana, anggaran pembiayaan mengalami kenaikan sebesar Rp 77.576.323.763 dari anggaran semula sebesar Rp 27.256.727.983 menjadi Rp 104.833.051.746 atau 284,6 persen. “Anggaran pembiayaan ini berasal dari Silpa yang mengalami kenaikan sebesar Rp 77.576.323.763 dari anggaran sebelumnya Rp 28.756.727.983 menjadi Rp 106.333.051.746 atau sebesar 269,8 persen,” paparnya.

Banggar DPRD, juga memberikan saran yakni pada sisi pendapatan OPD terkait harus menetapkan dan memutakhirkan database sumber-sumber pendapatan yang ada sehingga target yang sudah ditetapkan dapat dicapai. Kemudian, pada sisi belanja mengingat singkatnya waktu implementasi program atau kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif dalam hal perencanaan, kedisiplinan pengerjaan dan pengawasan.

“Terakhir kami minta Pemkot Metro untuk dapat menindaklanjuti terkait adanya tempat penampungan sementara yang dipergunakan oleh pedagang Terminal Kota Metro,” tutupnya.

(Adv)

Tinggalkan Komentar Anda