Ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro Ikuti Kuliah Umum Oleh Ketua Komnas HAM RI

184
Ratusan-Mahasiswa-Universitas-Muhammadiyah-Metro-Ikuti-Kuliah-Umum-Oleh-Ketua-Komnas-HAM-RI01
Saat Ketua Komnas HAM RI memberikan sambutan di Kampus Universitas Muhammadiyah Metro. Foto : Lik Sebatin.com

Sebatin.com, Kota Metro – Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI selain tandatangani nota kesepahaman Momerandum of Understanding (MoU) bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Kota Metro, ada pula Kuliah Umum Tentang HAM di gedung E Kampus Muhammadiyah Metro yang diikuti ratusan Mahasiswa Sabtu (07-10-2017).

Nur Kholis, S.H., M.H. Ketua Komnas HAM RI mengatakan bahwa, bahwa Komnas HAM dalam menjalankan tugasnya memiliki tiga peraturan yang menjadi pedoman yakni Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia, Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM dan Undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, katanya.

Lanjutnya, menurut Undang-undang Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia, ujarnya.

Ratusan-Mahasiswa-Universitas-Muhammadiyah-Metro-Ikuti-Kuliah-Umum-Oleh-Ketua-Komnas-HAM-RI02
Saat ratusan Mahasiswa ikuti Kuliah Umum tentang HAM di Gedung E Universitas Muhammadiyah Metro. Foto : Lik Sebatin.com

Diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tak langsung didasarkan pada pembedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, keyakinan politik. yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya. dan aspek kehidupan lainnya, kata Nur Kholis.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang selanjutnya disebut Komnas HAM adalah lembaga mandiri yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi melaksanakan pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, dan mediasi hak asasi manusia.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan Lampung dalam catatan Komnas HAM permasalahan lebih banyak tentang konflik sosial, karena didaerah Lampung terdapat ragam suku ras atau etnis yang tentunya akan memiliki perbedaan satu sama lainnya, dan bila tak dapat saling menjaga maka tidak menutup kemungkinan menimbulkan konflik.

“ Karena terkadang menurut seseorang hal yang ia lakukan tidak akan menimbulkan masalah, namun tidak demikian menurut pandangan orang lain, jadi bila tidak ada rasa saling menjaga dan menghormati akan menimbulkan permasalahan,” tegasnya.

Ratusan-Mahasiswa-Universitas-Muhammadiyah-Metro-Ikuti-Kuliah-Umum-Oleh-Ketua-Komnas-HAM-RI03
Saat penendatanganan MoU antara Ketua Komnas HAM RI Nur Kholis, S.H., M.H. dan Rektor UMM Prof. Dr. H. Karwono, M. Pd, Foto : Lik Sebatin.com

 

Sementara Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Prof. Dr. H. Karwono, M.Pd. menyambut baik terhadap MoU yang dibuat bersama Komnas HAM RI, namun dirinya mengatakan jangan sampai perjanjian kerjasama ini dilaksanakan namun tidak sama bekerja.

“ Saya sangat setuju dengan penjanjian kerjasama ini, asal setelah penandatanganan Mou ini kita sama-sama bekerja,” dengan nada bercanda dalam sambutannya.

Kemudian Karwono mengharapkan kepada seluruh Mahasiswa yang mengikuti kuliah umum benar-benar memperhatikan penjelasan dari Ketua Komnas HAM RI, dan kepada panitia agar diluangkan sesi tanya tanya jawab agar menjadi jelas bagi Mahasiswa, tutupnya.

(Lik)
Editor : Holik

Tinggalkan Komentar Anda