Ratusan Pelajar Ikuti Kegiatan Penyebaran Informasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri

268
Ratusan Pelajar Ikuti Kegiatan Penyebaran Informasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri
Asisten 1 bidang pemerintahan Drs. Zuhairi Amin. Foto: Sanusi - Sebatin.com

Sebatin.com, Pringsewu – Masih dalam rangka HUT Pringsewu ke-8, sekitar 150 pelajar SMP dan SMK/SMA dari 3 Kecamatan Sukoharjo, Banyumas, dan Adiluwih, mengikuti kegiatan penyebaran informasi kesehatan reproduksi pada remaja putri, yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Pringsewu di UPT Kesehatan Sukoharjo, Rabu (12/04/2017).

Kadis Kesehatan Pringsewu Purhadi, S.Sos, M.Kes. dalam sambutannya meminta kepada pihak terkait, dalam hal ini adalah Kepala Sekolah SMP/SMA/SMK untuk turut serta membantu dalam hal memberikan pengetahuan mengenai reproduksi terhadap para siswi dan lainnya, tentunya bagi mereka yang hadir dalam kegiatan ini.

“Terhadap orang tua wali diharapkan kerjasamanya untuk ikut andil dalam program, supaya sukses, karena ini merupakan tanggung jawab kita semua,” pintanya.

Ratusan Pelajar Ikuti Kegiatan Penyebaran Informasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Putri 2
Kadis Kesehatan Purhadi, S.Sos., M.Kes. Foto: Sanusi – Sebatin.com

Lanjutnya, kegiatan ini dilaksanakan oleh 9 Kecamatan di wilayah Kabupaten Pringsewu, dan pelaksanaan kegiatannya terbagi menjadi 4, salah satunya di Pemda Pringsewu.

“Dalam kegiatan ini juga melibatkan beberapa SKPD terkait, seperti BKKBN Pringsewu, Dinas Pendidikan Pringsewu, L-Pamas, dan Forum Genre Kabupaten Pringsewu, dan dilaksanakan dalam satu hari,” jelas Purhadi.

Kemudian, acara dibuka oleh Pj. Bupati Pringsewu, Drs. Yuda Setiawan, M.M. yang diwakili oleh Asisten I Pemkab Pringsewu, Drs. Zuhairi Amin. Dalam sambutannya, Zuhairi sangat menyambut baik atas diadakannya acara ini.

“Seperti yang kita ketahui, masa remaja merupakan hal penting dalam kehidupan seseorang untuk menjadi dewasa. Selain itu, remaja mengalami proses berkembang ke arah kematangan atau kemandirian,” ujar Zuhairi.

Menurutnya, pada saat masa remaja, sering kali muncul dorongan untuk mengetahui dan mencoba hal-hal baru dalam usahanya untuk mancari jati diri dan mencapai kematangan pribadi sesuai tugas perkembangannya. Sehubungan dengan hal itu, sebagai remaja lelaki dan perempuan, mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh informasi yang tepat dan benar tentang reproduksi. Sehingga, mereka dapat berprilaku sehat dan mengetahui mana hal yang positif dan hal yang kurang baik bagi remaja yang masih sekolah.

Lebih lanjut, Zuahiri juga mengatakan, bahwa penyebaran informasi tentang kesehatan reproduksi dan kegiatan penanggulangan anemia gizi untuk remaja putri atau wanita usia subur, perlu terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Hal ini demi mencapai SDM dan generasi penerus yang berkualitas.

“Meskipun peningkatan status kesehatan dan gizi remaja putri merupakan tanggung jawab masing-masing orang tua wali dan keluarganya. Tetapi, peran pihak eksternal seperti pendidik, petugas kesehatan, tokoh pemuda/agama, dan masyarakat juga sangat berpengaruh dalam memberikan dukungan supaya dapat berjalan dengan sukses,” kata Zuhairi.

(Sanusi)

Tinggalkan Komentar Anda