Reses di Metro Pusat, Fahmi Anwar Serap Aspirasi Terkait Bansos dan Infrastruktur Fisik

2
Reses di Metro Pusat, Fahmi Anwar Serap Aspirasi Terkait Bansos dan Infrastruktur Fisik
Anggota DPRD Metro Dapil I dalam Reses bersama perwakilan warga masyarakat dari lima kelurahan di Metro Pusat. Ist

Sebatin.com, Kota Metro – DPRD Metro Dapil I, Fahmi Anwar, gelar reses di kediamannya Jalan Duku Nomor 2 Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Senin (15/6/2020) malam. Persoalan penerima Bansos dan pembangunan infrastruktur sik jadi aspirasi utama masyarakat.

Fahmi menerangkan, masyarakat mengeluhkan adanya dobel penerima bansos di lapangan. Seperti sudah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) juga mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Artinya masih ada persoalan pada verikasi terhadap masyarakat penerima bantuan. Aspirasi ini akan saya sampaikan ke Dinas Sosial,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Metro di ruang kerjanya, Selasa (16/6/2020).

Ia menjelaskan, sebelumnya Komisi II pun telah rapat dengar pendapat bersama Dinsos Metro, kesempatan itu disampaikan semua persoalan terkait penyaluran Bansos. Komisi pun meminta agar Dinsos mempublis semua data penerima bantuan di kelurahan. “Sesuai dengan hasil rapat dengan dinas sosial bahwa semua bantuan bersumber APBD dan APBN akan dipublikasikan dengan cara ditempel di kelurahan masing-masing. Sehingga masyarakat dapat melihat apakah ada kekeliruan terhadap penerima bantuan,” ungkapnya.

Dengan cara itu, lanjut Fahmi, masyarakat bisa menilai pantas tidaknya yang bersangkutan menerima bantuan. Jika tidak, tentu dikembalikan lagi ke yang bersangkutan apakah masih ingin menerima bantuan atau menyerahkan kepada yang lebih membutuhkan. “Jika ada persoalan seperti itu, saya harap bisa diselesaikan dengan musyawarah antar warga dan kelurahan. Hasilnya diserahkan ke Dinas Sosial agar menjadi pertimbangan mereka,” bebernya.

Terkait infrastruktur, sambung Fahmi, warga mengusulkan pembangunan drainase, tanggul, dan jalan lingkungan yang ada di Metro Pusat. Menanggapi hal tersebut, Fahmi membeberkan kondisi keuangan daerah yang saat ini fokus terserap bagi penanganan Covid-19. “Terkait pembangunan yang belum terlaksana, perlu diperhatikan juga bahwa saat ini pemerintah pusat tengah mengkonsentrasikan anggaran bagi penanganan Covid-19. Jika anggaran tersebut tidak terpakai anggaran tersebut akan dikembalikan dan bisa digunakan bagi pembangunan daerah,” tukasnya. (Red)

Tinggalkan Komentar Anda