Romlah, Janda Tua yang Subsidi Listriknya Dicabut, Harapkan Bantuan Pemerintah

253
Romlah, Janda Tua yang Subsidi Listriknya Dicabut, Harapkan Bantuan Pemerintah
Kantor PLN Rayon Pringsewu. Foto: Sanusi - Sebatin.com

Sebatin,com, Pringsewu – Seperti diberitakan pada edisi sebelumnya, terkait kekecewaan seorang janda tua Romlah Pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang subsidi listriknya dicabut, semakin membuat janda ini terpuruk ekonominya.

Hal ini begitu berat dirasakan Romlah, betapa tidak, dengan uang dua puluh ribu rupiah yang semula bisa ia manfaatkan untuk menikmati listrik selama delapan hari, kini semenjak dicabut subsidinya, dengan nominal uang tersebut, Romlah hanya bisa menikmati listrik selama empat hari saja.

Saat Sebatin.com mendatangi kantor PLN Rayon Pringsewu untuk meminta keterangan terkait hal ini kepada Pimpinan, Sebatin.com hanya terhenti di meja sekretariat, Rabu (05/04/2017). Di kantor tersebut, ada dua orang petugas yang menemui Sebatin.com, yaitu seorang wanita muda bernama Via dan dan seorang security bernama Zaini. Keduanya saling bergantian memberikan keterangan terkait pencabutan subsidi listrik milik Romlah.

Pada intinya Zaini mengatakan, bahwa PLN tidak tahu menahu, itu semua keputusan dari pusat. Menurut dia, pihak PLN sudah melakukan sosialisasi sebelumnya. Namun meskipun demikian, pada kenyataannya Romlah seorang janda tua belum pernah mendapat undangan sosialisasi, mulai dari RT maupun Kepala kampung setempat.

Via juga menambahkan, kalau pencabutan subsidi itu atas keputusan pusat (bukan dari PLN). Entah pusat mana yang dimaksud Via, dia menyarankan agar hal ini dilaporkan ke kantor kelurahan masing-masing untuk diajukan permohonan subsidi, setelah blanko tersebut diketahui camat setempat dan bupati.

“Kami tidak bisa berbuat banyak dalam hal ini, walaupun ada orang yang mampu tetapi subsidinya tidak di cabut, begitu pula sebaliknya ada orang yang memang tidak mampu tetapi justru subsidinya dicabut,” terang Via.

Kembali lagi Via mengatakan, semua keputusan berasal dari pusat. Sementara itu, terkait usulan subsidi tadi, via menjelaskan bahwa prosesnya tidak bisa cepat.

“Pengabulannya tidak instan (cepat) karena melalui tahapan-tahapan yang bakal dilalui,” imbuhnya.

Apapun dalihnya, dalam hal ini Romlah yang selain memegang Kartu KKS juga memegang Kartu Indonesia Sehat (KIS), sangat berharap agar pemerintah selaku pemegang kebijakan, bisa mengabulkan permohonannya, yang memang kondisinya sesuai dan layak untuk dibantu. (Sanusi)

Tinggalkan Komentar Anda