RTS-PM Raskin Kota Metro Tahun 2017 Meningkat

421
RTS-PM Raskin Kota Metro Tahun 2017 Meningkat
(Ilustrasi)

Sebatin.com, Kota Metro – Jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) beras miskin (Raskin) Kota Metro yang tahun sebelumnya berjumlah 5.534 KK, di tahun 2017 ini jumlahnya akan meningkat.

”Di tahun 2017 ini rencana ada kenaikan. Tapi berita resmi dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) belum keluar. Jadi saya belum bisa memastikan jumlahnya berapa. Tapi Insya Allah jumlah penerima manfaat itu meningkat,” terang Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Elmanani di ruang kerjanya, Senin (20/2/2017).

Ia menjelaskan, untuk penyaluran raskin setiap bulan mencapai 83.010 Kg. Dengan rincian masing kecamatan terdiri dari Kecamatan Metro Selatan 9.930 Kg untuk 662 KK, Metro Barat 10.200 Kg untuk 680 KK, Metro Timur 17.025 Kg untuk 1.135 KK, Metro Pusat 32.205 Kg untuk 2.147 KK, dan Metro Utara 13.650 Kg untuk 910 KK.

”Satu rumah tangga dapat 15 Kg dan 1 Kg masyarakat menebus Rp. 1.600, jadi kalau 15 Kg ya Rp. 24.000,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, dalam pembagian raskin tidak boleh dibagi dengan sistem bagi rata atau lainnya. Tetapi, kata dia, jika salah satu masyarakat yang menerima raskin membaginya dengan sanak keluarga diperbolehkan.

”Kalau dari pemerintah tidak boleh. Cuma misalnya masyarakat siang ini dapat raskin terus dia bagi ke sanak keluargnya karena tidak punya, itu boleh,” tuturnya.

Kalaupun, kata dia, dalam pendristribusian raskin ada tambahan biaya seperti biaya transportasi, hal itu diperbolehkan asalkan tidak melekat di harga beras.

”Kalau tambahan Rp. 1.000 untuk biaya transport itu boleh, karena dalam jukni itu boleh. Tapi tidak melekat di harga beras ya,” terusnya.

Setiap awal bulan, tambah Elmanani, paling lambat tanggal 5, Wali Kota Metro melalui Bagian Perekonomian menerbitkan SPA (Surat Permintaan Alokasi) yang ditujukan kepada kepala Bulog sub Divre Lamteng. Kemudian tim tingkat kota mengadakan pemeriksaan kualitas beras ke gudang Bulog.

”Nah setelah kualitasnya menurut kita itu baik, kemudian petugas dari bulog itu mendistribusikan ke titik distribusi dan untuk Kota Metro titik distribusi itu setiap kantor kelurahan. Kemudian setelah beras itu sampai, masyarakat diperkenankan untuk menebusnya. Jadi seperti itu mekanismenya,” paparnya.

(Hendra)

Tinggalkan Komentar Anda