Rujak Cireng Bi Uwie, Jajanan Murah Kaya Rasa

805
Rujak Cireng Bi Uwie, Jajanan Murah Kaya Rasa
Rujak Cireng Bi Uwie. Foto: Tia MS - Sebatin.com

Sebatin.com, Tasikmalaya, Jawa Barat – Sobat, kalian pasti sudah tahu cireng. Camilan berupa olahan dari tepung terigu dan tepung tapioka ini sangat digemari, dan cocok di santap saat bersantai. Bahan yang mudah didapat dan proses pembuatan yang simpel membuat banyak orang memilih cireng sebagai camilan rumahan.

Makanan ringan yang berasal dari Jawa Barat ini sudah sangat terkenal. Penjualannya pun tidak hanya di sekitar daerah Jawa Barat, tapi sudah merambah ke beberapa daerah di luar Jawa Barat. Saat ini varian cireng cukup banyak dijumpai, misalkan cireng salju, cireng isi, cireng crispi, dan varian baru yang sangat digemari yaitu rujak cireng. Perbedaan rujak cireng dan jenis cireng lainnya karena rujak cireng diberi tambahan bumbu rujak saat menikmatinya.

Cireng pada rujak cireng bertekstur garing di luar serta lembut di bagian dalamnya. Selain itu bumbu rujak yang terbuat dari gula merah, asam, garam, dan cabe rawit membuat perpaduan keduanya semakin ciamik dan ramah di lidah.

Iwan Setiawan, pengusaha Rujak Cireng dari Kota Tasikmalaya, menjelaskan bahwa bahan dan pembuatan cirengnya tidak berbeda dari pembuatan cireng pada umumnya. Rahasia kenikmatan rujak cireng hasil produksinya terletak pada bumbu rujak. Bumbu rujak ini yang membuat cireng semakin kaya rasa. Rasa pedas bumbu rujaknya membuat setiap pelanggannya ketagihan.

“Modal awalnya hanya 200.000 rupiah, hanya bisa memproduksi 5 – 10 bungkus saja. Tapi, alhamdulillah sekarang kami memproduksi lebih dari 200 bungkus, itu juga sering terjadi kekurangan. Karena permintaan pelanggan yang kadang melebihi produksi,” jelas lelaki yang kini sedang mencoba memproduksi cilok goreng.

Rujak Cireng Bi Uwie, Jajanan Murah Kaya Rasa 2
Rujak Cireng dan Cilok Bi Uwie. Foto: Tia MS – Sebatin.com

Produksi rujak cireng dengan merk “Rujak Cireng Bi Uwie” milik Iwan telah mampu memasuki beberapa supermarket, seperti Yogya Toserba, Asia Plaza, dan beberapa toserba di kawasan Jawa Barat. Bahkan di beberapa daerah sudah ada yang menjadi agen penjualan rujak cireng produksinya.

Meski telah memiliki pasar sendiri, rujak cireng produksi Iwan masih mengalami hambatan. Diantaranya adalah fluktuatif harga bahan baku yang tidak stabil. Seperti lonjakan harga cabai yang sangat besar beberapa waktu lalu. Bumbu rujak yang menjadi daya tarik camilan produksinya mengandalkan cabai segar sebagai bahan bakunya. Harga cabai yang mahal sangat mempengaruhi produksi rujak cireng.

“Usaha yang kami lakukan untuk menyiasati kenaikan harga cabai adalah dengan mengurangi jumlah bumbu rujaknya. Kami tidak berani mengganti cabai segar dengan cabai lainnya, karena tentu akan sangat berpengaruh pada kualitasnya,” ujar pemilik slogan “Seuhah Tapi Ngeunah” ini tersenyum.

Produknya ini telah memiliki sertifikat halal dan sertifikat produksi pangan industri rumah tangga yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Iwan berharap usaha yang dilakukannya akan mendapat perhatian dari pemerintah. Mungkin berupa bantuan permodalan, pemasaran, atau mungkin pengembangan usaha. Membuat makanan baheula tetap diminati masyarakat, demikian motto pengusaha muda tersebut.

Sobat Sebatin.com, siapa yang sudah mencoba rujak cireng? Rasanya luar biasa bukan?
Jika kalian belum pernah mencobanya ada baiknya kalian mencoba membuatnya. Jika membuat rujak cireng dirasa merepotkan, kalian bisa langsung pesan melalui beberapa marketplace atau melaui online. Karena rujak cireng sudah banyak dijajakan secara online.
Selamat menikmati rujak cireng, Sobat! (Tia MS)

Tinggalkan Komentar Anda