Saksi Mata Kritisi Proses Penangkapan Pelaku Pelecehan Seksual Siswi TKK Pertiwi Metro

776
Saksi Mata Kritisi Proses Penangkapan Pelaku Pelecehan Seksual Siswi TKK Pertiwi Metro
Penangkapan Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Siswi TKK Pertiwi Kota Metro Digiring Ke Dalam Tahanan. (Embun)

Sebatin.com – Penangkapan tersangka ‘A’ pelaku pelecehan seksual terhadap salah satu siswi Taman Kanak-Kanak (TKK) Pertiwi Kota Metro oleh pihak kepolisian Polres Kota Metro beberapa waktu lalu ternyata menuai kritik dari beberapa teman tersangka, pasalnya penangkapan ‘A’ diduga tidak sesuai dengan Prosedur Tetap (Protap).

Okta, teman tersangka, mengatakan, bahwa peristiwa itu terjadi pada, Senin malam, (9/5/2016) kurang lebih pukul 20.00 WIB, saat itu ia sedang bersilaturahmi di rumah ‘A’. Lalu datang dua orang tak di kenal dengan pakaian preman memanggil ‘A’ untuk keluar rumah.

“Saya sedang ngopi mas waktu itu di dalam rumah, dengan ‘A’ dan istrinya serta Azis (rekan kerja ‘A’), tiba-tiba ada dua orang dateng manggil ‘A’ keluar, katanya minta ditunjukin Tempat Kejadian Perkara (TKP), kami nggak ikut keluar waktu itu, tapi beberapa menit kemudian si Azis dipanggil keluar juga, setelah 5 menit lebih ‘A’ dan Aziz nggak balik-balik lagi ke rumah, saya putuskan untuk menyusul ke luar, tapi saya tidak menemukan keberadaan ‘A’ dan dua orang tamu itu, hanya bertemu dengan Azis yang baru keluar dari kamarnya,” terang Okta.

Okta, Azis beserta istri ‘A’ baru mengetahui beberapa waktu kemudian keberadaan ‘A’ dari telepon Kepala Sekolah TKK Pertiwi Kota Metro.

“Saya suruh Azis telepon Kepala Sekolah mas, buat ngabarin keadaannya, tapi malah Ibu Kepala Sekolah Kaget dan Bingung. Nggak lama kemudian Kepala Sekolah nelpon lagi, ngasih kabar kalo yang bawa ‘A’ itu orang dari Polres Metro, dan saat ini ‘A’ ada di Polres Metro karna dipanggil sama Kasatreskrim, untuk dimintai kesaksian kembali,” tegas Okta.

Selasa (10/5/2016), pukul 14.00 WIB, Okta mendatangi Polres Kota Metro guna meminta surat penangkapan sahabatnya ‘A’ , karena pada malam itu dua orang yang datang menemui ‘A’ yang ternyata adalah pihak Polres Kota Metro, tidak memberikan surat penangkapan apalagi surat penahanan. Surat penangkapan terhadap ‘A’ baru bisa ia dapatkan pada Selasa sore, dan surat penahanan ‘A’ baru dihantarkan kepada istrinya, Selasa malam, pukul 19.30 WIB.

Okta selaku sahabat tersangka mengaku telah melaporkan kejadian itu ke PERADI Kota Metro serta akan melayangkan surat ke Kompolnas atas sikap anggota Polres Kota Metro, yang dianggap melakukan proses penangkapan tersangka tidak sesuai dengan Protap.

Sementara Kasatreskrim Polres Metro AKP. Yohanis melalui Kasubbag Humas Polres Metro Iptu. Tukirin mengatakan, penangkapan terhadap tersangka ‘A’ sudah sesuai dengan Protap, tersangka ditangkap dan ditahan sesuai dengan KUHAP yang menyatakan bahwa surat penahan dan penangkapan terhadap “A” dapat diberikan kepada keluarga tersangka dalam waktu 1×24 jam. (Embun)

“Ya silahkan saja kalau tidak terima, yang pasti kami sudah menjalankan tugas sesuai dengan aturan dan menerapkan undang-undang, kami menetapkan tersangka dan menahan tersangka pasti ada dasarlah tidak sembarangan kami main tahan saja kepada ‘A’, tegas Tukirin saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Tinggalkan Komentar Anda