Sat Lantas Lamsel : Penindakan Terhadap Pengguna Knalpot Racing Sudah Benar dan Sesuai Prosedur

25
Penindakan-Terhadap-Pengguna-Knalpot-Racing-Sudah-Benar-dan-Sesuai-Prosedur-01
Bukti surat tilang dari Satlantas Polres Lamsel kepada pengendara kendaraan roda 4 yang memakai knalpot rasing bersuara sangat keras. Foto : Kurdi

Sebatin.com, Lampung Selatan – Sebuah rekaman video, terkait tindakan penilangan yang dilakukan oleh pihak Sat Lantas Polres Lampung Selatan (Lamsel) kepada pengendara, kendaraan roda empat merek Honda Brio warna silver, dengan nomor polisi BD 1316 GA, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, beberapa waktu lalu (29/01/2018), sempat menjadi buah bibir (viral) di kalangan dunia maya.

Sebelumnya, salah seorang pemilik akun facebook bernama Vava D’coco Lahat, tidak terima karena mobilnya ditilang polisi. Pengendara yang tidak terima tersebut kemudian mempertontonkan aksi Satlantas Polres Lampung Selatan, yang menilang Mobil jenis Honda Brio berplat BD 1316 GA miliknya tersebut, lantaran menggunakan knalpot jenis racing.

Pemilik kendaraan merasa tidak terima lantaran mobilnya ditilang hanya kerena menggunakan kenalpot racing. Sebab menurutnya, dirinya hampir sepekan pulang pergi Jakarta-Bandung, tak pernah diberhentikan oleh Satlantas setempat. Bahkan, ia mengaku sudah melewati dua kali razia dan tidak ditilang, karena knalpotnya masih dalam batas kewajaran dan tidak menimbulkan kebisingan.

Penindakan-Terhadap-Pengguna-Knalpot-Racing-Sudah-Benar-dan-Sesuai-Prosedur-02
Pengendara Honda Brio silver dengan nopol BD 1316 GA. Foto : Fb

Sementara itu, Kasat Lantas AKP Rafli Yusuf Nugraha, mewakili Kapolres AKBP M Syarhan menjelaskan, pengendara atas nama M Nur Fandi ditilang, lantaran mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi, serta knalpot racing kendaraannya yang memiliki suara diatas rata-rata. “Tindakan tilang yang diberikan oleh pihak Sat Lantas Polres Lampung Selatan itu sudah benar, dan sesuai prosedur tentunya”.

“Pada saat razia sudah berjalan selama 30 menit, pelanggar atas nama M Nur Fandi, bergerak dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung dengan kecepatan tinggi di area operasi, dan suara knalpot racing nya itu di atas rata-rata kendaraan lain”, terangnya kepada sebatin.com, Jumat (02/02/18).

Dinilai melakukan pelanggaran, pihak Sat Lantas Polres Lamsel, akhirnya memberhentikan pengendara tersebut, untuk kemudian melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan, dan ditemukan pelanggaran pada kenalpot yang tidak sesuai dengan standard. “Pelanggaran yang ditemukan adalah UU Nomor 22 tahun 2009, pasal 286 jo 106 ayat 3 tentang Ranmor yang tidak memenuhi syarat laik jalan point B, perihal kebisingan suara”.

“Pengendara tersebut tidak terima, dan melakukan perekaman aktifitas satuan lalu lintas Polres Lamsel dengan camera Handphone. Pengendara juga tidak mau menandatangani surat tilang yang diberikan dan kemudian tancap gas meninggalkan lokasi sambil menggeber-geberkan gas kendaraannya. Kita lakukan upaya pengejaran”, tutupnya.

(Kurdi)
Editor : Ade Embun

Tinggalkan Komentar Anda