“Saya Tidak Melakukannya !”, Tersangka Pencabulan Siswi TKK Pertiwi Metro Tolak Lakukan Rekonstruksi

1206
Tersangka Pencabulan Siswi TKK Pertiwi Metro Tolak Lakukan Rekonstruksi
Rekonstruksi kasus Pencabulan Siswi TKK Pertiwi Metro, Kamis (16/06/2016). Foto : Embun - Sebatin.com

Sebatin.com – Guna kelengkapan berkas perkara tindakan asusila yang menimpa (NA) salah satu siswi di TKK Pertiwi Metro, Polres setempat menggelar rekonstruksi di sekolah tersebut, Kamis (16/6/2016). Hadir dalam rekonstruksi tersebut para pendamping hukum baik dari pihak korban maupun tersangka. Tersangka utama, Amir juga dihadirkan oleh pihak Polres, namun ia menolak untuk melakukan rekonstruksi. Akhirnya pihak kepolisian terpaksa menggunakan pemeran pengganti, baik sebagai saksi, korban, dan juga tersangka.

“Itu adalah hak tersangka, untuk tidak melakukan apa yang menurutnya tidak dilakukan, saksi Aziz juga menolak, ya silahkan saja, itu juga hak dia, karena dia rekannya tersangka, jadi ya wajar saja jika dia menolak,” ujar Ajun Komisaris Yohanis, Kasat Reskrim Polres Metro.

Tersangka Pencabulan Siswi TKK Pertiwi Metro Tolak Lakukan Rekonstruksi
Rekontruksi Kasus Pencabulan Siswi TKK Pertiwi Metro, Kamis (16/06/2016). Foto 1: Embun – Sebatin.com

Rekontruksi dilakukan sebanyak 27 adegan, yang dibagi sesuai waktu kejadian, yaitu hari Kamis 15 adegan dan Jumat 12 adegan. Adegan banyak dilakukan di seputaran toilet dan dapur yang terletak di bagian belakang sekolah dekat dengan rumah yang ditinggali oleh tersangka beserta istrinya dan saksi Azis.

Yohanis mengatakan, dalam rekontruksi ini pihaknya sebagai penyidik tidak mengejar pengakuan, namun untuk mendapatkan alat bukti yang menurutnya telah didapatkan.

“Alat buktinya apa? nanti semua dijelaskan di pengadilan,” bebernya.

Sementara itu, pendamping hukum tersangka Amir, Hadri Abunawar menjelaskan, bahwa ia bersama timnya hanya melaksanakan pendampingan kepada tersangka sebagai penasihat hukum yang mengawal proses hukumnya.

“Tersangka tidak mau rekontruksi ya itu hak dia, nggak bisa kita memaksakan, kita harus hormati hak tersangka, seperti kita menghormati proses penyidikan ini, rekonstruksi ini kan versi polisi, masalah tersangka membenarkan atau tidak, Wallahu a’lam ternyata dia tidak mau. Jadi, mari kita semua berdoa mudah-mudahan pelaku ini benar-benar tersangkanya, kalau tidak… wahhh celaka!,” tegas Hadri.

Tersangka Pencabulan Siswi TKK Pertiwi Metro Tolak Lakukan Rekonstruksi
Kuasa Hukum Tersangka Pencabulan Siswi TKK Pertiwi Metro, Hadri Abunawar, Kamis (16/06/2016). Foto 2: Embun – Sebatin.com

Hadri sebagai pendamping hukum tersangka Amir, akan memberikan kesempatan dan mengikuti proses yang dilakukan penyidik kepolisian dan penuntut umum untuk sematang-matangnya, mematangkan proses hukum ini.

“Ini semua sedang proses, kita menganut azas praduga tidak bersalah, tidak elok kita memvonis langsung si Amir ini pelakunya, ayo kita hormati haknya sampai benar-benar ada keputusan dari pengadilan,” ujar Hadri.

(Embun)

Tinggalkan Komentar Anda