Se-Sumatera, Kota Metro Menduduki Peringkat Pertama Inflasi Tertinggi

225
Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro, Mimik Nurjanti memaparkan tingkat Inflasi Kota Metro pada Rapat Inflasi Bulan Februari 2018 di OR Setda Kota Metro, Senin (5/3/2018). Foto : Red

Sebatin.com, Kota Metro – Kota Metro menduduki peringkat pertama dengan jumlah inflasi tertinggi se-Sumatera, seperti yang dibahas pada Rapat Inflasi Bulan Februari 2018 di OR Setda Kota Metro, Senin (5/3/2018).

Berdasarkan paparan Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro, Mimik Nurjanti mengatakan, dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya, 55 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflansi dan sebanyak 27 kota mengalami deflasi.

“Sementara inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 1,05 persen dan terendah tempati oleh Palangkaraya sebesar 0,04 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Medan sebesar 0,96 persen dan terendah di Lubuk linggau sebesar 0,02 persen. Kota Metro sendiri, dengan inflansi sebesar 0,19 persen menempati peringkat ke- 37 secara nasional dan menduduki peringkat pertama di Pulau Sumatra,” jelas Mimik.

Rapat Inflasi Bulan Februari 2018 di OR Setda Kota Metro, Senin (5/3/2018). Foto : Red

Lebih lanjut, Ketua BPS Kota Metro mengungkapkan bahwa, pada bulam Febuari terjadi kenaikan IHK dari 137,85 menjadi 138,11. Komoditas yang memberikan andil dalam inflasi bulan Febuari 2018 yaitu, beras, bawang putih, cabai rawit, bensin, kontak rumah, patin, bawang merah, cumi-cumi, kentang dan sabun deterjen bubuk/cair.

“Kemudian untuk bulan ini, ada 4 kelompok pengeluaran yang memberikan adil tertinggi dalam pembentukan infalsi diantaranya, kelompok bahan makanan, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan. Sebaliknya yang masuk kelompok penyumbang deflasi yaitu, kelompok kesehatan, kelompok sandang dan kelompok perumahan meliputi, air, listrik, gas dan bahan bakar,” ungkapnya.

(Red/Add)

Tinggalkan Komentar Anda