Seorang Siswi Taman Kanak-Kanak Di Kota Metro Dicabuli Penjaga Sekolah

793
Seorang Siswi Taman Kanak-Kanak Di Kota Metro Dicabuli Penjaga Sekolah
Ilustrasi Korban Pelecehan Seksual Terhadap Anak (family.fimela.com)

Sebatin.com – Seorang siswi Taman Kanak-Kanak (TKK) di Kota Metro, Lampung, diduga mendapat perlakuan pelecehan seksual oleh penjaga sekolahnya pada Kamis, (7/4/2016).

Kejadian tersebut berlangsung pada pukul 11.00 WIB, saat korban bersama dua rekannya sedang buang air kecil di kamar mandi sekolahnya.

Aksi pelecehan seksual itu terungkap saat korban mengeluhkan ada rasa pedih di kemaluannya, ketika ia hendak melakukan buang air kecil di rumah di hadapan orang tuanya.

Mendengar pengakuan anaknya, orang tua korban lantas melaporkan terduga pelaku ke Unit Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mapolresta Metro, lantaran diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap anaknya yang masih berusia 5 tahun berinisial ‘NA’ yang tak lain murid kelas nol kecil di salah satu TKK unggulan di Bumi Sai Wawai.

“Saya gemetar dan lemas waktu mendengar anak saya mengeluh kemaluannya perih ketika kencing, saat saya tanya kenapa, anak saya bilang, di sekolahan kemaluannya habis di pegang-pegang ama si AM (penjaga sekolah),” ungkap Ibu bocah tersebut.

Keluarga korban berharap kasus ini bisa segera diproses secara hukum. Pasalnya, akibat kejadian tersebut anaknya kini masih trauma dan tidak mau lagi berangkat ke sekolah.

“Saya berharap pelaku segera ditangkap oleh pihak kepolisian, apabila pelaku masih ada di lingkungan sekolah dan masih bekerja, saya khawatir nantinya akan ada korban yang lain lagi,” ujar INR.

Kasat Reskrim Polresta Metro, AKP. Yohanis saat dihubungi via telepon seluler membenarkan adanya pelaporan tersebut dan akan segera menindak terduga pelaku.

“Kami akan tangkap pelaku, tapi saat ini kami sedang selidiki dan kumpulkan bukti-bukti serta saksi-saksi terkait kasus tersebut, termasuk bukti hasil visum dokter, termasuk kemarin kami telah gelar perkara, jangan sampai kami menangkap terduga tetapi bukti dan saksi belum lengkap,” tegas Yohanis. (*).

Tinggalkan Komentar Anda